Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Teknologi untuk Auditing

Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Teknologi untuk Auditing

Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Teknologi untuk Auditing – Penggunaan teknologi yang makin canggih dapat memberikan efek yang luas tidak hanya di sektor eksternal perusaaan melainkan juga berdampak pada internal perusahaan. Penggunaan teknologi dalam internal perusahaan berpengaruh dalam kegiatan audit informasi dan pengetahuan. Dengan menggunakan teknologi ini bisa mengubah secara keseluruhan sektor yang ada di dalam auditing informasi dan pengetahuan. Dimana keseluruhan prosedur yang ada di dalam auditing diganti menjadi pemrosesan yang lebih baik dan mengganti keseluruhan pekerjaan manual menjadi lebih efektif dengan komputerisasi serta dapat meminimalisasi kesalahan data yang di audit. Tetapi, orang-orang yang menjadi salah satu bagian dari auditing informasi dan pengetahuan tidak harus selalu mengandalkan informasi dari program komputer.

Membahas mengenai penggunaan teknologi dalam pemrosesan auditing informasi dan pengetahuan yang dilakukan untuk pengendalian internal, ternyata membawa efek atau dampak tersendiri, diantaranya dampak positif dari audit dengan sistem komputerisasi sebagai berikut: Membawa efek nyata bahwasannya pekerjaan lebih mudah dikerjakan karena pengendalian dari sistem komputerisasi yang lebih efektif dibandingkan dengan sistem manual, memudahkan untuk mencari informasi yang berkualitas dan bermutu, serta mengurangi kerumitan dalam pengelolahan audit internal informasi dan pengetahuan.

Untuk dampak negatif dari audit dengan sistem komputerisasi, akan dibahas sebagai berikut: jika terjadinya kegagalan sistem dari teknologi yang digunakan dalam auditing bisa mengancam perusahaan agen judi bola, resiko adanya penyerangan virus ke dalam data audit informasi dan pengetahuan yang bisa menyebabkan data member judi bola mati total ataupun rusak, kehilangan data audit jika sistem auditing terkena virus malware, dan jika ada kesalahan data yang dimasukkan oleh beberapa auditor dan ingin mengklarifikasi auditor yang memasukkan data member judi online tidak dapat terlacak karena tidak terdapat jejak dari auditor yang memasukkan data member tersebut.

Begitulah singkat informasi mengenai dampak-dampak dari penggunaan sistem auditing menggunakan komputer ataupun teknologi lainnya, bukan selalu dampak positif saja tetapi ada juga dampak negatifnya. Jadi, dalam melakukan auditing bisa juga diseimbangkan dengan audit informasi dan pengetahuan secara manual, agar terhindar dari kegagalan proses audit secara fatal.

Tujuan dan Langkah-langkah Audit Teknologi Informasi
Audit Informasi

Tujuan dan Langkah-langkah Audit Teknologi Informasi

Tujuan dan Langkah-langkah Audit Teknologi Informasi – Sejarah singat dan pentingnya audit TI telah sempat disinggung di postingan tadinya. Kita mengatakan kalau audit IT ialah profesi yang aksi, tujuan, dan kualitasnya sudah diatur dalam standar garis besar; terdapat ketentuan etiknya; serta tuntutan profesional.

Tujuan dan Langkah-langkah Audit Teknologi Informasi

intosaiitaudit – Pasti saja perihal ini membutuhkan wawasan spesial serta keahlian efisien, yang tadinya pula didahului oleh perencanaan dengan cara intensif.

Melansir gamatechno, Audit TI mempunyai sebagian bagian lain yang harus dimengerti. Di postingan kali ini, tujuan dan langkah- langkah audit TI- lah yang akan dikupas yang terdapat 5 tujuan dalam penerapan audit TI, ialah:

Baca juga : Teknik dan Pendekatan Pengauditan Berbasis Komputer

1. Membagikan saran kepada penemuan yang timbul pada cara audit

Namanya pula audit, aksi ini melaksanakan pengecekan atas arsip pembukuan industri. Dapat saja terdapat penemuan yang tadinya tidak diketahui. Audit TI mengusulkan penemuan ini buat lekas ditindaklanjuti.

2. Rekomendasi mengenai tindakan yang dikerjakan

Tidak hanya penemuan, terdapat pula saran mengenai aksi yang dapat ditempuh. Perihal ini dapat mengirit durasi karena perbuatan lanjut yang didapat dapat lekas dicoba tanpa wajib mempertimbangkan balik metode penindakannya.

3. Memantau penerapan rekomendasi

Sehabis membagikan saran, audit TI dapat legal pula selaku pengawas. Perihal ini buat membenarkan kalau aksi yang didapat dapat berjalan dengan cara akurasi serta tidak memunculkan permasalahan terkini.

4. Membagikan agunan pada manajemen mengenai situasi yang terdapat pada organisasi

Audit yang bagus hendak membagikan anteseden yang bagus pula kepada industri. Hasil ini pula dapat berikan cerminan biasa pada manajemen mengenai situasi organisasinya.

5. Melaksanakan penilaian

Sehabis melaksanakan serangkaian cara audit, hendak dikenal gimana kemampuan yang sudah dicoba oleh industri. Cara ini pula dapat membuktikan evaluasi alhasil dapat nampak tingkatan daya guna serta kemampuan yang dijalani oleh masing- masing bagian.

Setelah mengetahui tujuan umum, berikut ini adalah langkah-langkah dalam audit TI:

1. Pengenalan serta dokumentasi

Seperti audit biasa, pengenalan serta dukumentasi merupakan keharusan. Perihal ini dapat dicoba dengan melaksanakan survey ataupun pemantauan ke alun- alun alhasil audit dapat lebih adil serta cermat.

2. Uji subtantif

Uji akar ialah uji yang dijalani buat mengenali“ isi” dengan cara lebih mendalam. Dalam uji ini terdapat 2 jenis yang dapat dijalani: penting nama lain ditelusur dengan cara lebih mendalam; ataupun terbatas.

3. Evaluasi

Sehabis melaksanakan uji kata benda, audit TI dapat melaksanakan penilaian bersumber pada hasil penemuan. Di langkah ini kembali diperiksa apakah kemampuan industri efisien ataupun tidak. Jika efisien berarti penuhi ketentuan buat dilanjutkan ke langkah berikutnya. Tetapi jika tidak efisien, jalani lagi uji kata benda.

4. Evaluasi Kualitas/ Kesimpulan

Di tahap terakhir ini hendak nampak apakah mutunya aman ataupun tidak. Nyata audit TI tidaklah aksi yang dapat dicoba dengan cara asal serta praktis. Akurasi pengaudit jadi akhir tombaknya. Tidak hanya itu pasti saja, tujuan serta langkah- langkah itu wajib dicoba dengan cara bertanggung jawab.

Teknik dan Pendekatan Pengauditan Berbasis Komputer
Audit Informasi

Teknik dan Pendekatan Pengauditan Berbasis Komputer

Teknik dan Pendekatan Pengauditan Berbasis Komputer – Metode yang khusus cuma diaplikasikan buat sistem data pemrosesan transaksi dengan cara otomatis. Metode ini bisa dipakai buat pengetesan pengendalian ataupun pengetesan substantif.

Teknik dan Pendekatan Pengauditan Berbasis Komputer

intosaiitaudit – Tetapi, sistem ini tidak dapat memakai sistem flowchart, informasi flow bagan serta kuisioner dalam mereview bentuk pengaturan internal.

Melansir febulm, 3 metode pengetesan yang berplatform komputer( Computer Assisted Audit Techniques/ CAAT) ialah pengauditan dekat komputer, pengauditan lewat komputer, pengauditan dengan memakai komputer. Pengaudit internal serta ekstern bisa memakai 3 metode pendekatan ini dengan cara efisien.

Baca juga : Perlunya Audit Teknologi Agar Bansos Corona Tepat Sasaran

Pengauditan Dekat Komputer

Pendekatan pengauditan dekat komputer( auditing around the computer) menganggap komputer selaku“ kotak gelap”. Pendekatan ini difokuskan pada input serta outputnya. Anggapan yang melandasi pendekatan ini ialah bila pengaudit bisa membuktikan output yang faktual merupakan hasil yang betul yang diharapkan dari sekumpulan input buat sistem pemrosesan, hingga pemrosesan komputer wajib difungsikan memakai metode yang andal. Metode yang berarti dalam pendekatan ini mencakup pencarian serta penentuan bisnis dari dokuman pangkal buat meringkas bisnis serta memo dan kebalikannya. Pendekatan pengauditan dekat komputer merupakan non processing informasi method. Pengaudit tidak mempersiapkan simulated informasi transaction ataupun memakai file- file auditee yang faktual buat memprosesnya dengan program komputer auditee. Pendekatan dekat komputer hendak pas, bila situasi selanjutnya ini :

  • Audit trail komplit serta visible. Oleh sebab itu akta pangkal dipakai buat seluruh bisnis, jurnal- jurnal terinci dicetak serta rujukan bisnis dipindahkan dari harian ke novel besar serta informasi singkat.
  • Pemrosesan pembedahan yang dengan cara relatif tidak kompleks serta volumenya kecil.
  • Dokumennya komplit, semacam informasi flow bagan serta sistem flowchart, yang ada untuk pengaudit.

Pengauditan Lewat Komputer

Sebab pendekatan dekat komputer tidak memenuhi, pendekatan pengganti diperlukan buat pengauditan berplatform komputer( auditing through the computer), yang dengan cara langsung difokuskan pada langkah pemrosesan serta edit check, dan programmed check. Pendekatan ini diucap dengan pengauditan lewat komputer. Anggapan dari pendekatan ini merupakan bila program dibesarkan dengan menaikkan programmed check, kekeliruan( error) serta ketidakberesan hendak bisa ditemukan, alhasil bisa dibilang bisa diyakini.

Pendekatan pengauditan lewat komputer bisa diterapkan buat seluruh sistem otomatisasi pemrosesan yang lingkungan. Apalagi bila biayanya efisien serta membolehkan, pendekatan dekat komputer serta pengauditan lewat komputer bisa digarap buat profesi audit yang serupa. Dengan melakukan dengan cara berbarengan, keuntungannya jadi lebih besar serta tujuan audit bisa berhasil.

Pengauditan Dengan Memakai Komputer

Pendekatan ini memakai komputer( auditing with the computer) buat tujuan pengerjaan tahap- tahap program audit yang terinci. Pendekatan ini pula dipakai buat mengotomatisasi pandangan khusus dalam cara pengauditan. komputer ditransformasikan pada audit scene sepanjang mereka bisa melakukan jumlah guna audit, semacam pengetesan pengaturan serta pengetesan substantive. Pengaudit bisa memakai paket- paket spreadsheet excel, buat menghasilkan spreadsheet yang bermuatan informasi finansial dari industri yang diaudit. Pengembangan yang lain merupakan template, dampak program serta bentuk on screen dengan memakai paket aplikasi spreadsheet. Template ini membolehkan pengaudit buat melakukan kewajiban yang tadinya digarap dengan cara buku petunjuk. Template didesain buat menolong mempersiapkan neraca, menjaga klise pendapatan harian, menilai hasil ilustrasi, pengagendaan serta mengatur durasi pengaudit dalam audit alun- alun, melakukan pengetesan yang masuk ide kepada pengeluaran dan mengestimasi pengeluaran.

Pendekatan pengauditan dengan komputer yang terkenal memakai aplikasi audit sepanjang pengetesan kata benda kepada memo serta file industri. Aplikasi audit dengan cara biasa terdiri dari berkas program teratur. Jenis aplikasi yang dipakai ialah generalized audit aplikasi( GAS) yang terdiri dari satu ataupun lebih program teratur yang bisa diaplikasikan pada bermacam suasana serta bermacam jenis badan. GAS kerap digunakan buat melaksanakan substantive test serta dipakai test of control yang terbatas. Selaku ilustrasi GAS kerap digunakan buat memandu guna algoritma yang komplek dalam program computer. Namun ini membutuhkan pengalaman yang besar dalam pemakaian aplikasi ini.

Audit Aplikasi, pemakaian aplikasi dalam melakukan audit dengan koputer bisa menolong dalam pengetesan substantive memo serta file industri.

Jenis aplikasi audit yang uama merupakan GAS( Generalized Audi Aplikasi), yang terdiri dari satu ataupun lebih program yang applicable pada bernagai suasana audit pada sesuatu industri. ACL( Audit Comand Language) ialah interaktif, yang mengaitkan user dengan computer. ACL menolong pengaudit buat buat menganalisa informasi konsumen dengan sebagian guna, misalnya attribute sampling, histogram generation, record aging, file comparation, duplicate checking, serta file printing. Yang relative powerful, fleksibel serta gampang dipelajari. alhasil pengaudit bisa memodifikasi program buat suasana spesial.

Fungsi audit yang khas yang tersedia pada paket GAS:

Extracting informasi from files, GAS wajib memiliki keahlian buat menyuling serta retrieve informasi dari bermacam bentuk, alat, serta wujud memo file pada dikala dipakai buat mengaudit industri yang bermacam- macam. Sehabis di seruling, informasi diedit serta kemdian ditransfer pada audit work file, penyimpanan informasi ada buat dipakai dengan program lain yang terdapat pada GAS

Calculating With informasi, sebagian step dalam audit terdiri mubalig addition, subtraction, multiplication serta division operation. Ilustrasinya emendasi harian dilakuka dengan menjural balik.

Performing comparisons with informasi, analogi bisa jadi dicoba buat memilah informasi bagian buat di uji buat membenarkan terdapatnya kestabilan diantara informasi bagian serta buat memandu apakah situasi khusus sudah diterima. GAS sepatutnya sediakan logical operator semacam equal, less than, serta greater than.

Sumarizing informasi, informasi elements wajib kerap di singkat buat membagikan dasar buat analogi. Ilustrasi: list perinci pendapatan wajib diringkas buat dibanding dengan informasi penggajian.

Analyzing informasi, bermacam informasi wajib dianalisis buat membagikan dasar review atas tren industri. Ilustrasinya, piutang wajib estimasi usianya utuk memastikan mungkin piutang itu bisa ditagih.

Reorganizing informasi, informasi bagian butuh buat di memilih ataupun digabungkan. Ilustrasinya: berbaga produk yang dijual industri bisa bisa jadi di re- sorted dengan cara ascending beralasan jumlah keseluruhan pemasaran buat menolong analisa pemasaran.

Select sample for testing. Dalam audit, tidak seluruh informasi bisa di percobaan. Sample wajib didapat dengan cara random. Ilustrasinya sample customer bisa diseleksi dengan cara random dari memo piutang bisnis.

Gathering statistical informasi, seseorang pengaudit kerap menginginkan data- data statistik. Ilustrasinya: mean serta median dari pemasaran produk.

Printing Confirmation Request, analyses, and other output

Manfaat GAS:

Membolehkan pengaudit buat mengakses memo computer yang bisa dibaca buat bermacam berbagai aplikasi serta badan.

Membolehkan pengaudit buat mengecek lebih banyak informasi dari bila pengaudit sedang memakai cara buku petunjuk.

Bisa melaksanakan bermacam berbagai guna audit dengan cara kilat serta cermat, tercantum penentuan sample dengan cara statistic.

Kurangi ketergantungan pada nonauditing personel buat melaksanakan peringkasan informasi, dengan begitu pengaudit bisa mengatur pengaturan audit yang lebih bagus.

Pengaudit cuma membutuhkan wawasan yang lumayan( tidak sedemikian itu dalam) mengenai computer.

Keterbatasan GAS:

GAS tidak mengecek application programe serta programmed check dengan cara langsung alhasil tidak bisa mengambil alih audit–through- the- computer- techniques.

Perlunya Audit Teknologi Agar Bansos Corona Tepat Sasaran
Audit Informasi

Perlunya Audit Teknologi Agar Bansos Corona Tepat Sasaran

Perlunya Audit Teknologi Agar Bansos Corona Tepat Sasaran – Kepala Badan Analisis dan Penerapan Teknologi( BPPT), Hammam Riza melaporkan audit teknologi diperlukan dalam pembagian dorongan sosial( bansos) Covid-19 dari pemerintah.

Perlunya Audit Teknologi Agar Bansos Corona Tepat Sasaran

intosaiitaudit – Karena, baginya audit teknologi bisa membuat penyaluran bansos lebih pas target. Audit teknologi dicoba buat menilai prasarana TI serta keinginan sistem itu.

Melansir cnnindonesia, “Audit teknologi berfungsi berarti membenarkan layanan nasional, spesialnya yang berplatform elektronik. Terlebih dalam kondisi distribusi bansos Covid- 19 ini berjalan sebaiknya,” ucap Hammam dalam kegiatan dialog virtual, Rabu( 9/ 9).

Baca juga : Audit Sistem Informasi dan Penggunaannya

Hammam mengatakan bansos Covid- 19 amat dibutuhkan oleh semua pihak yang terdampak endemi. Dalam kondisi itu, ia mengatakan teknologi serta data amat berfungsi dalam pembagian bansos itu.

Kedua bagian itu bisa menolong penguasa melayankan informasi akseptor yang cermat. Karena, ia mengatakan akseptor bansos wajib lewat cara konfirmasi serta koordinasi supaya pas target.

Lebih lanjut, Hammam mengatakan penguasa telah membuat kebijaksanaan Satu Informasi Indonesia. Ia mengatakan kebijaksanaan itu dapat berguna untuk distribusi bansos yang mengaitkan banyak departemen.

” Pangkal pendanaan yang berawal dari bermacam perhitungan di tingkatan pusat, provinsi, kabupaten, kota, dan badan swasta yang lain ini pasti saja wajib diiringi dengan kontrol,” ucapnya.

Dalam pemaparannya, Hammam menarangkan satu informasi bermaksud buat menciptakan informasi yang cermat, canggih, terstruktur, sampai bisa diakses oleh konsumen informasi selaku dasar pemograman. Tidak hanya itu, satu informasi berguna buat tingkatkan kemampuan kegiatan sampai mereduksi aksi penggelapan.

Di bagian lain, Hammam berlaku seperti Pimpinan Biasa Jalinan Pengaudit Teknologi Indonesia berambisi bisa melahirkan bakat pengaudit teknologi. IATI, tutur ia pula haris jadi badan pekerjaan yang mempunyai kedudukan penting dalam menguatkan sistem inovasi serta energi saing nasional.

” Diharapakan IATI serta semua pengelola kebutuhan yang lain dalam usaha kita membagikan jasa khalayak berplatform teknologi bisa menggunakan semua pangkal energi dengan cara maksimum,” ucap Hammam.

Terpisah, Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif mengantarkan Indonesia telah mempunyai big informasi yang amat besar. Apalagi, ia mengklaim Indonesia terletak di tingkatan keempat di bumi sebab mempunyai informasi kependudukan sebesar 268. 583. 016 jiwa.

” Ini merupakan informasi kependudukan kita yang telah terdapat di dalam informasi center Departemen Dalam Negara,” ucap Zudan.

Zudan merinci masyarakat Indonesia yang telah berusia telah menggapai 196 juta orang. Dari jumlah itu, sebesar 192 juta telah melaksanakan perekaman KTP elektronik.

” Jadi hingga informasi 30 Juni kemarin kurang 4 juta masyarakat kita yang belum melaksanakan perekaman, dekat 2 persen,” ucapnya.

Lebih dari itu, Zudan menerangkan masyarakat yang telah mempunyai KTP elektronik tidak hendak mempunyai informasi dobel. Karena, ia mengatakan NIK yang terdapat di KTP diserahkan semenjak seorang dilahirkan.

Audit Sistem Informasi dan Penggunaannya
Audit Informasi

Audit Sistem Informasi dan Penggunaannya

Audit Sistem Informasi dan Penggunaannya – Audit Sistem Data merupakan suatu cara yang analitis dalam mengakulasi serta menilai bukti- bukti buat memastikan kalau suatu sistem data berplatform pc yang dipakai oleh badan sudah bisa menggapai tujuannya.

Audit Sistem Informasi dan Penggunaannya

intosaiitaudit – Audit ialah suatu aktivitas yang melaksanakan pemerikasaan buat memperhitungkan serta menilai suatu kegiatan ataupun subjek semacam aplikasi pengaturan dalam pada sistem data akuntansi yang profesinya didetetapkan oleh manajemen ataupun cara guna akuntansi yang menginginkan improvement.

Melansir febulm, Cara auditing sudah jadi amat baik di Amerika Serikat, spesialnya pada aspek accounting association. Namun, bagus pekerjaan audit dalam ataupun eksternal wajib dengan cara membuat tingkatkan serta meluaskan metode, sebab pekerjaan itu buat menanggulangi kemajuan dalam teknologi data serta terdapatnya desakan yang terus menjadi bertambah oleh para pengguna data akuntansi.

Baca juga : Audit Teknologi Informasi dalam Lingkungan Global

AUDIT SISTEM INFORMASI

Ialah sesuatu cara pengumpulan serta pengevaluasian bukti- bukti yang dicoba oleh pihak yang bebas serta profesional buat mengenali apakah sesuatu sistem data serta pangkal energi terpaut, dengan cara mencukupi sudah bisa dipakai buat:

  • a. mencegah asset.
  • b. melindungi integritas serta ketersediaan sistem serta informasi.
  • c. sediakan data yang relevan serta profesional.
  • d. menggapai tujuan badan dengan efisien.
  • e. memakai pangkal energi dengan berdaya guna.
  • f. Tujuan audit SIA merupakan buat meninjau serta menilai pengaturan dalam yang mencegah sistem itu.

gram. Kala melakukan audit sistem data, para pengaudit wajib membenarkan tujuan- tujuan selanjutnya ini dipadati:

Perkakas keamanan mencegah perkakas pc, program, komunikasi, serta informasi dari akses yang tidak legal, perubahan, ataupun penghancuran.

Pengembangan serta akuisisi program dilaksanakan cocok dengan otorisasi spesial serta biasa dari pihak manajemen.

Perubahan program dilaksanakan dengan otorisasi serta persetujuan pihak manajemen.

Pemrosesan bisnis, file, informasi, serta memo pc yang lain sudah cermat serta komplit.

Informasi pangkal yang tidak cermat ataupun yang tidak mempunyai otorisasi yang pas diidentifikasi serta ditangani cocok dengan kebijaksanaan administratif yang sudah diresmikan.

File informasi pc sudah cermat, komplit, serta dilindungi kerahasiaannya

Walaupun bermacam berbagai jenis audit dilaksanakan, beberapa besar audit menekankan pada sistem data akuntansi dalam sesuatu badan serta pencatatan finansial serta penerapan pembedahan badan yang efisien serta berdaya guna.

Dengan cara garis besar perlunya penerapan audit dalam suatu industri yang sudah memiliki kemampuan dalam aspek teknologi data ialah antara lain:

A. Kehilangan dampak kehabisan informasi.

Informasi yang diolah jadi suatu data, ialah peninggalan berarti dalam badan bidang usaha dikala ini. Banyak kegiatan pembedahan memercayakan sebagian data yang berarti. Data suatu badan bidang usaha hendak jadi suatu potret ataupun cerminan dari situasi badan itu di era kemudian, saat ini serta era kelak. Bila data ini lenyap hendak berdampak lumayan parah untuk badan dalam melaksanakan aktivitasnya.

Selaku ilustrasi merupakan bila informasi pelanggan suatu bank lenyap dampak cacat, hingga data yang terpaut hendak lenyap, contoh siapa saja pelanggan yang memiliki gugatan pembayaran angsuran yang sudah jatuh tempo. Ataupun pula contoh bila bank wajib menyiapkan pembayaran dana simpanan pelanggan yang hendak jatuh tempo bersama jumlahnya. Alhasil badan bidang usaha semacam bank hendak betul- betul mencermati gimana melindungi keamanan informasinya. Kehabisan informasi pula bisa terjalin sebab tiadanya pengaturan yang mencukupi, semacam tidak terdapatnya metode back- up file. Kehabisan informasi bisa diakibatkan sebab kendala sistem pembedahan pemrosesan informasi, penjegalan, ataupun kendala sebab alam semacam guncangan alam, kebakaran ataupun banjir.

B. Kehilangan dampak kekeliruan pemrosesan pc.

Pemrosesan pc jadi pusat atensi penting dalam suatu sistem data berplatform pc. Banyak badan sudah memakai pc selaku alat buat tingkatkan mutu profesi mereka. Mulai dari profesi yang simpel, semacam kalkulasi bunga berkembang hingga pemakaian pc selaku dorongan dalam pelayaran pesawat melambung ataupun timah panas kontrol. Serta banyak pula di antara badan itu telah silih tersambung serta berintegrasi. Hendak amat membahayakan apabila terjalin kekeliruan dalam pemrosesan di dalam pc. Kehilangan mulai dari tidak dipercayainya kalkulasi matematis hingga pada ketergantungan kehidupan orang.

C. Pengumpulan ketetapan yang salah dampak data yang salah.

Mutu suatu ketetapan amat terkait pada mutu data yang dihidangkan buat pengumpulan ketetapan itu. Tingkatan ketepatan serta berartinya suatu informasi ataupun data terkait pada tipe ketetapan yang hendak didapat. Bila maksimum administrator hendak mengutip ketetapan yang bertabiat strategik, bisa jadi hendak bisa ditoleransi berhubungan dengan watak ketetapan yang berjangka jauh. Namun kadang data yang menyesatkan hendak berakibat pada pengumpulan ketetapan yang menyesatkan pula.

D. Kerugian karena penyalahgunaan komputer (Computer Abused)

Tema penting yang mendesak kemajuan dalam audit sistem data dalam suatu badan bidang usaha merupakan sebab kerap terbentuknya kesalahan penyalahgunaan pc. Sebagian tipe perbuatan kesalahan serta penyalah- gunaan pc antara lain merupakan virus, hacking, akses langsung yang tidak sah( misalnya masuk ke ruang pc tanpa ijin ataupun memakai suatu halte pc serta bisa berdampak kehancuran raga ataupun mengutip informasi ataupun program pc tanpa ijin) serta ataupun penyalahgunaan akses buat kebutuhan individu( seorang yang memiliki wewenang memakai pc namun buat tujuan- tujuan yang tidak sebaiknya).

Hacking- seseorang yang dengan tanpa ijin mengakses sistem pc alhasil bisa memandang, memodifikasi, ataupun menghilangkan program pc ataupun informasi ataupun mencampuradukkan sistem.

Virus- virus merupakan suatu program pc yang melekatkan diri serta melaksanakan sendiri suatu program pc ataupun sistem pc di suatu disket, informasi ataupun program yang bermaksud mengusik ataupun mengganggu jalannya suatu program ataupun informasi pc yang terdapat di dalamnya. Virus didesain dengan 2 tujuan, ialah awal mereplikasi dirinya sendiri dengan cara aktif serta kedua mengusik ataupun mengganggu sistem pembedahan, program ataupun informasi.

Akibat dari kesalahan serta penyalahgunaan pc itu antara lain:

Perangkat keras, aplikasi, informasi, sarana, pemilihan serta pendukung yang lain cacat ataupun lenyap dicuri ataupun dimodifikasi serta disalahgunakan.

Kerahasiaan informasi ataupun data berarti dari orang ataupun badan cacat ataupun lenyap dicuri ataupun dimodifikasi.

Kegiatan operasional teratur hendak tersendat.

Kesalahan serta penyalahgunaan pc dari durasi ke durasi terus menjadi bertambah, serta nyaris 80% pelakon kesalahan pc merupakan orang dalam.

Audit Teknologi Informasi dalam Lingkungan Global
Audit Informasi

Audit Teknologi Informasi dalam Lingkungan Global

Audit Teknologi Informasi dalam Lingkungan Global – Bersamaan dengan globalisasi, ekonomi dunia jadi bergantung satu sama lain dan resiko geopolitis turut pengaruhi seluruh orang.

Audit Teknologi Informasi dalam Lingkungan Global

intosaiitaudit – Disaat ini, prasarana teknologi data sudah diintegrasikan dalam bidang usaha buat mensupport cara bidang usaha badan di semua dunia.

Mengutip angelawoen95, Dengan begitu, keinginan hendak pengawasan serta audit teknologi data jadi terus menjadi besar buat membenarkan kalau integritas sistem data serta peliputan finansial dalam badan senantiasa berjalan dengan bagus.

Baca juga : Mengenal Pentingnya Audit Teknologi Informasi

Audit teknologi data ialah ekspansi serta kemajuan dari audit konvensional yang timbul dampak:

  • Para pengaudit mengetahui kedudukan pc yang terus menjadi berarti dalam melaksanakan profesi mereka
  • Manajemen industri serta pemrosesan data mengetahui kalau pangkal energi teknologi data ialah kunci buat bersaing dalam area bidang usaha serta serupa berartinya dengan pangkal energi bernilai yang lain di badan alhasil butuh buat dikontrol serta diaudit.
  • Federasi serta badan handal, dan tubuh penguasa mengetahui keinginan hendak pengawasan serta audit TI

Awal mulanya, bagian audit TI berawal dari sebagian zona, semacam audit konvensional mengamalkan wawasan mengenai aplikasi pengawasan dalam serta totalitas filosofi pengawasan, manajemen sistem data mengamalkan metodologi yang dibutuhkan buat bisa sukses mengonsep serta menerapkan sistem, ilmu sikap bertanya serta menganalisa alibi serta durasi gagalnya sistem data sebab permasalahan orang, serta aspek ilmu pc yang berkontribusi kepada rancangan pengawasan, patuh, filosofi, serta bentuk resmi yang melandasi konsep fitur keras serta fitur lunak selaku dasar buat menjaga keabsahan, reliabilitas, serta integritas informasi.

Audit ialah pengecekan bebas kepada desakan manajemen badan yang wajib menjajaki beberapa bimbingan serta standar yang sudah diresmikan badan eksternal. Merhout serta Havelka( 2008) melaporkan kalau supaya bisa diklasifikasikan selaku audit teknologi data, pengecekan wajib melingkupi teknologi data, bagus selaku fokus pengecekan spesial( meski dengan cara tidak langsung, semacam aturan mengurus TI), ataupun selaku metode buat menuntaskan sesuatu permasalahan. Audit TI bisa dicoba oleh pengaudit eksternal selaku bagian audit informasi finansial tahunan dengan tujuan buat mencoba bentuk pengawasan dalam terpaut sistem data atau oleh guna audit dalam buat penuhi tanggung jawab manajemen terpaut aturan mengurus. Tidak hanya itu, audit TI bisa dicoba dalam kondisi pemantauan cara bidang usaha ataupun selaku bagian audit yang lebih besar yang berintegrasi dimana pengaudit keuangan serta teknologi bertugas serupa, ataupun kala operasional dalam serta pengaudit Sang bersama- sama mengritik cara bidang usaha dengan sistem pendukungnya.

Bagi Senft serta Gallegos( 2009), audit teknologi data merupakan penilaian kepada teknologi data, aplikasi, serta pembedahan buat membenarkan integritas dari data yang didapat, yang mana penilaian ini melingkupi evaluasi kemampuan, daya guna, serta ekonomi aplikasi berplatform pc.

Penilaian sistem, aplikasi, serta pembedahan yang dicoba oleh seseorang pengaudit bisa mencakup salah satu ataupun kedua perihal selanjutnya:

  • Evaluasi dari pengawasan dalam dalam area teknologi data buat membenarkan keabsahan, reliabiltas serta keamanan dari informasi
  • Evaluasi dari kemampuan serta daya guna area teknologi data dalam sebutan ekonomi

Sepanjang audit TI, kegiatan serta metode yang dilaksanakan mencakup meninjau pemilihan cara bidang usaha, menilai pengawasan yang tertancap dalam aplikasi semacam sistem enterprise( contoh: sistem enterprise resource planning, customer relationship management, ataupun supply chain management), mencoba antarmuka antara sistem- sistem ini, meninjau audit batang kayu dari pemrosesan bisnis, mencoba ketepatan serta keabsahan informasi yang tersembunyi dalam dasar informasi, meninjau serta mencoba pengawasan akses kepada aplikasi, dasar informasi, serta jaringan, serta menilai status cetak biru pengembangan sistem. Aktivitas- aktivitas ini bermacam- macam mulai dari kewajiban yang amat rinci hingga pada analisa tingkatan besar yang menginginkan pengalaman serta kemampuan dengan teknologi khusus. Audit teknologi yang lingkungan serta aturan komunikasi dicoba dengan mengaitkan internet, intranet, ekstranet, electronic informasi interchange, klien servers, local and wide zona jaringan, komunikasi informasi, telekomunikasi, teknologi wireless, serta sistem suara/ informasi/ film yang berintegrasi.

Audit teknologi data mensupport evaluasi pengaudit hal mutu data yang diproses oleh sistem. Para karyawan audit hendak memohon dorongan kepada pengaudit TI kala mereka menginginkan dorongan yang terpaut dengan teknologi. Terdapat banyak keinginan audit dalam audit TI semacam audit organisasional TI( pengawasan manajemen kepada TI), audit teknikal TI( prasarana, informasi center, komunikasi informasi), audit aplikasi TI( bidang usaha/ finansial/ operasional), audit pengembangan/ aplikasi TI( tahap detail/ persyaratan, penyusunan, pengembangan, serta sehabis aplikasi), serta audit disiplin TI kepada standar nasional ataupun global. Pengaudit TI berfungsi buat membenarkan kalau pengawasan dalam yang lumayan sudah dicoba serta dioperasikan dengan cara berdaya guna serta efisien.

Bagi Mahendra( 2011), jangkauan audit TI terdiri dari paling tidak 6 bagian berarti, ialah: pendefinisian tujuan industri; determinasi rumor, tujuan, serta perspektif bidang usaha antara penjamin jawab bagian dengan bagian TI; pemantauan kepada pengorganisasian bagian TI yang mencakup pemograman cetak biru, status serta prioritasnya, penempatan staff, berbelanja TI, serta manajemen pergantian cara TI; evaluasi prasarana teknologi, evaluasi aplikasi bidang usaha; dan temuan- temuan, serta informasi saran.

Pekerjaan audit TI mempunyai standar teknis yang legal dengan cara mendunia, ialah isyarat etik dari Information Systems Audit and Control Association( ISACA), serta program sertifikasi pekerjaan Certified Information Systems Pengaudit( CISA) yang menginginkan wawasan spesial, keahlian efisien, serta perencanaan yang jauh dan intensif. Apabila tidak terdapat program akademik yang ada, hingga badan hendak membagikan penataran pembibitan sendiri serta pengembangan pekerjaan kepada karyawannya.

Wawasan besar serta mendalam yang diperlukan dalam audit TI mencakup:

  • Aplikasi pendekatan audit yang mengarah risiko
  • Pemakaian perlengkapan serta metode audit yang dibantu komputer
  • Aplikasi standar( nasional ataupun global) semacam ISO 9000/ 3 serta ISO 17799 buat tingkatkan serta menerapkan sistem bermutu dalam pengembangan fitur lunak serta penuhi standar keamanan
  • Uraian kedudukan bidang usaha serta impian dalam pengauditan pengembangan sistem bersama pembelian paket fitur lunak serta manajemen proyek
  • Evaluasi keamanan data serta permasalahan pribadi yang bisa mematikan organisasi
  • Pengecekan serta konfirmasi ketaatan badan kepada rumor hukum terpaut TI yang bisa mematikan organisasi
  • Penilaian daur hidup pengembangan sistem( SDLC) yang lingkungan ataupun metode pengembangan terkini( mis: prototyping, komputasi konsumen akhir, pengembangan kilat, ataupun pengembangan aplikasi)
  • Peliputan ke manajemen serta melaksanakan kajian sambungan buat membenarkan kalau telah terdapat aksi yang dilakukan

Dengan begitu, bisa disimpulkan kalau audit teknologi data ialah pengecekan serta penilaian yang dicoba kepada teknologi data serta cara bisnisnya buat memperhitungkan integritas data yang diperoleh sistem, memperhitungkan pengawasan dalam teknologi data, serta meninjau cara bidang usaha yang lagi dijalani bersama sistem pendukungnya. Seseorang pengaudit wajib mempunyai bermacam aspek wawasan serta keahlian, bagus itu yang karakternya organisasional, teknis, ataupun hukum supaya bisa melakukan audit teknologi data dengan cara global.

Mengenal Pentingnya Audit Teknologi Informasi
Audit Informasi

Mengenal Pentingnya Audit Teknologi Informasi

Mengenal Pentingnya Audit Teknologi Informasi – Kedudukan pengawasan serta audit teknologi data( TI) jadi terus menjadi genting dari hari ke hari. Bagi A Statement of Basic Auditing Concept( ASOBAC) audit merupakan sesuatu cara analitis buat menghimpun serta menilai bukti- bukti dengan cara obyektif hal asersi mengenai bermacam aksi serta peristiwa ekonomi buat menyudahi tingkatan kesesuaian antara asersi- asersi itu dengan patokan yang sudah didetetapkan serta mengantarkan hasilnya pada para pengguna yang bersangkutan.

Mengenal Pentingnya Audit Teknologi Informasi

intosaiitaudit – Sedangkan audit TI terpaut dengan cara menghimpun keinginan teknologi data serta menilai prasarana IT. Audit IT membenarkan kalau metode sistem data yang berjalan, senantiasa terletak di koridor integritas. Perihal ini terjalin karena metode sistem data amat terpaut dengan perekonomian dengan cara garis besar.

Melansir gamatechno, Seluruhnya jadi amat terbatas satu dengan yang lain, amat berlainan dengan tadinya sebelum terdapat sistem berintegrasi. Keterkaitan terdekat, luapan geopolitik dapat berefek ke seluruh pihak.

Baca juga : Implikasi Teknologi Informasi untuk Proses Audit

Tidak yakin? Ilustrasi yang sangat nampak merupakan operasional prasarana elektronik serta e- commerce ataupun sistem yang berintegrasi. Layanan ini mengerjakan layanan keinginan informasi di semua bumi. Situasi itu memforsir terdapatnya pengawasan serta audit TI yang luar lazim. Bila terdapat satu saja kekeliruan yang tidak ditemukan, dapat berdampak parah kepada cara bidang usaha serta layanan yang dijanjikan.

Pentingnya Audit IT di Perusahaan

Dikala ini industri serta badan banyak menghabiskan anggaran buat pemodalan dibidang IT. Khasiat IT dalam kenaikan layanan serta cara kegiatan suatu badan amat terasa.

Dengan pemodalan yang lumayan besar badan butuh membenarkan kehandalan serta keamanan dari sistem IT yang hendak dipakai. Sistem IT pula wajib sanggup memenui keinginan cara kegiatan, sanggup kurangi efek informasi di sabotasi, kehabisan informasi, kendala layanan serta manajemen yang kurang baik dari sistem IT.

Audit TI ataupun yang sempat diucap selaku audit electronic informasi processing, computer information system, serta IS, pada awal mulanya ialah pelebaran dari audit konvensional. Dahulu, keinginan atas guna audit TI cuma berawal dari sebagian unit.

Setelah itu pengaudit siuman kalau pc sudah pengaruhi kemampuan mereka terpaut guna penting. Industri serta manajemen pemrosesan data juga siuman kalau pc merupakan jalur pergi terpaut kasus pangkal energi buat terus menjadi bersaing dalam area bidang usaha apalagi dampingi unit. Oleh karenanya, muncullah urgensi buat melaksanakan pengawasan serta audit atas cara yang berjalan. Dikala seperti itu para handal mengetahui mengenai keinginan audit TI. Audit TI jadi bagian integral dalam guna audit biasa, karena perihal itu hendak memastikan mutu dari data yang diproses oleh sistem pc.

Pada mulanya, pengaudit dengan keahlian audit TI diamati semata- mata selaku karyawan pangkal energi teknologi lazim, apalagi kerap diamati cuma selaku asisten teknikal. Sementara itu berusia ini, audit IT ialah profesi yang aksi, tujuan, dan kualitasnya sudah diatur dalam standar garis besar; terdapat ketentuan etiknya; serta desakan handal. Pasti saja perihal ini membutuhkan wawasan spesial serta keahlian efisien, yang tadinya pula didahului oleh perencanaan dengan cara intensif.

Dari uraian pendek ini, terlihat nyata kalau sedang hendak terdapat banyak tantangan ke depan teruntuk audit TI. Tiap pihak wajib dapat bertugas serupa buat sanggup merancang, menerapkan, dan menggapai tujuan- tujuan dasar yang telah biasa dimengerti.

Cara jauh ini tidak ubahnya yang sudah dijalani oleh Bagian Consulting& Training( CT) Gamatechno. Audit IT jadi salah satu layanan yang diserahkan Bagian Consulting& Training Gamatechno buat mensupport cara aplikasi teknologi data yang efisien serta berdaya guna.

Implikasi Teknologi Informasi untuk Proses Audit
Audit Informasi

Implikasi Teknologi Informasi untuk Proses Audit

Implikasi Teknologi Informasi untuk Proses Audit – Beberapa besar entitas, tercantum perusahan keluarga yang berdimensi kecil, memercayakan TI buat menulis serta mengerjakan bisnis bidang usaha.

Implikasi Teknologi Informasi untuk Proses Audit

intosaiitaudit – Dampak perkembangan TI yang luar lazim, perusahan yang relatif kecilpun apalagi memakai pc individu dengan prangkat lunak akuntansi menguntungkan buat melaksanakan guna akuntansinya.

Melansir kompasiana, Guna akuntansi yang memakai jaringan TI yang kompleks, internet, serta guna TI terpussat saat ini suda ialah perihal yang biasa.

Baca juga : Pentingnya Audit IT di Era Serba Digital

Sebagian pergantian pengaturan dalam yang disebabkan oleh pengintegrasian TI ke dalam sistem akuntansi;

Pengaturan pc mengambil alih pengaturan buku petunjuk. Khasiat jelas dari TI merupakan kemampuannya buat menanggulangi beberapa besar bisnis bidang usaha yang kompleks dengan cara gampang.

Tersedianya data yang baik lebih besar. Kegiatan TI yang lingkungan biaasanya diatur dengan cara efisien sebab kekalutan itu membutuhkan badan, metode, serta pemilihan yang efisien.

Penilaian Risiko Terhadap Teknologi Informasi

Walaupun TI bisa tingkatkan pengaturan dalam perusahan, perihal itu pula bisa pengaruhi resiko pengaturan perusahan dengan cara totalitas. Banyak resiko dalam sistem buku petunjuk bisa dikurangi serta sebagian permasalahan justru dihilangakan. Naman, hendak terwujud resiko terkini yang khusus pada sistem TI yang berikutnya bisa memunculkan kehilangan yang besar bila diabaikan. Bila sistem TI kandas, badan bisa layuh sebab tidak sanggup memperoleh kembali data. Resiko ini tingkatkan mungkin salah hidangan yang material dalm informasi finansial. Resiko spesial pada sistem TI mencakup;

  • Resiko pada fitur keras serta data
  • Jejak audit yang berkurang
  • Keinginan hendak pengalaman TI serta pembelahan kewajiban TI

Walaupun TI membagikan khasiat pemerosesan yang penting perihal itu pula menghasilkan resiko yang istimewa dalam mencegah fitur keras serta informasi, tercantum kemampuan timbulnya tipe kesalah terkini. Resiko spesial ini melingkupi keadaan selaku selanjutnya:

  • Ketergantungan pada keahlian berfungsinya fitur keras serta lunak.
  • Kekeliruan analitis versus kekeliruan random.
  • Akses yang tidak legal.
  • Lenyapnya informasi.

Salah hidangan bisa jadi tidak ditemukan dengan melonjaknya pemakaian TI dampak lenyapnya jejak audit yang jelas, tercantum berkurangnya keikutsertaan orang. Tidak hanya itu, pc pula mengambil alih tipe otorisasi konvensional dalam banyak sistem TI.

  • Visibilitas jejak audit.
  • Keikutsertaan orang yang menurun.
  • Tidak terdapatnya otorisasi konvensional.

Sitem TI kurangi pembelahan kewajiban konvensional( otorisasi, pembukuan, serta penyimpanan) serta menghasilkan keinginan hendak pengalaman TI bonus.

  • Pembelahan kewajiban yang menurun.
  • Keinginan hendak pengalaman TI.

Dampak Teknologi Informasi Terhadap Proses Audit

Wawasan mengenai pengaturan biasa hendak meningkatakan keahlian pengaudit dalam memperhitungkan serta mengandalakan pengaturan aplikasi yang efisien buat kurangi resiko pengaturan untuk tujuan audit terpaut. Pengaudit wajib mengevalusi keberhasilan pengaturan biasa saat sebelum menilai pengaturan aplikasi, alhasil pengaudit hrus menilai terlebih dulu pengaturan itu saat sebelum menyimpulka apaka pengaturan aplikasi telah efisien.

Akibat pengaturan biasa kepada aplikasi totalitas sistem pengaturan biasa yang efisien hendak memunculkan kemampuan salah hidangan yang material pada seluruh aplikasi sistem, tanpa mencermati kualitas dar tiap penngendalian aplikasi.

Akibat pengaturan biasa tehadap pergantian fitur lunak bila konsumen mengubah prangkat lunak aplikasi, perihal itu hendak pengaruhi ketergantungan pengaudit pada pengaturan yang terotorisasi.

Menguasai pengenddalian biasa konsumen umumnya pengaudit mendapatkan data mengenai pengaturan biasa serta aplikasi lewat cara- cara selanjutnya:

  • a. Mewawancara dengan personil TI serta para pengguna kunci
  • b.Mengecek pemilihan sistem semacam denah arus, buku petunjuk pengguna, permohonan pergantian program, serta hasil pengetesan.
  • c. Mereview angket terinci yang dituntaskan oleh karyawan TI.

Menyangkutkan pengaturan TI dengan tujuan audityang berkkaitan dengan bisnis umumnya pengaudit tidak mengaitkan pengaturan danj defisiensi pengaturan biasa dengan tujuan audit spesial ysng berhubungan dengan bisnis.

Akibat pengaturan TI kepada pengetesan kata benda sehabis mengidintifikasi pengaturan aplikasi spesial yang bisa dipakai buat kurangi resiko pengaturan, pengaudit kemudian kurangi pengetesan kata benda.

Endekatan informasi pengetesan dalam pendekatan informasi pengetesan( test informasi approach), pengaudit mengerjakan informasi pengujianya sendiri dengan memakai sistem pc konsumen serta program aplikasi buat memastikan apakah pengaturan yang terotorisasi mengerjakan dengan pas informasi pengetesan itu.

Pendekatan materi audit tertancap kala menggunkan pendekatan madul audit tertancap( embedded audit materi approach), pengaudit membilai materi audit dalam sistem aplikasi konsumen buat mengenali tipe bisnis khusus.

Isu-isu Atas Lingkungan Teknologi Informasi yang Berbeda

Konsumen jaringanyang mengaitkan perlengkapan semacam mikro- komputer, pc berdimensi menengah, mainframe, workstation, sever, serta printer sudah mengganti kehadiran TI di banyak perusahan. Local zona jaringan( LAN) mengaitkan perlengkapan dalam satu ataupun cluster gedung yang kecil serta cuma dipakai dalam satu perusahan. LAN kerap kali dipakai untum mengirim informasi serta program dari satu pc ataupun workstation dengan memakai fitur lunak sistem jaringan, yang membolehkan seluruh perlengkapan berperan dengan cara bersama.

Bila konsumen memiliki aplikasi saya ntansi yang diproses dalam area jaringan, pengaudit arus menekuni bentuk jarngan, tercantum posisi server pc serta workstation yang silih berkaitan satu serupa lain, prangkat lunak jaringan yang dipakai buat mengatur sitem, dan pengaturan atas akses serta pergantian program aplikasi dan file informasi yang terdapat pada server. Pengentahuan ini bisa berimplikasi untuk juru banding resiko pengaturan pengaudit kala merancang audit informasi finansial serta kala mencoba pengaturan dalam audit pengaturan audit dalam atas informasi finansial.

Sistem manajemen database( database management system) konsumen membuat database yang mencakup data yang bisa dipakai bersama dalam banyak aplikasi.

Firewall mencegah informasi, program, serta pangkal energi TI lainya dari para pengguna ekternal yang tidak berkuasa yang mengakses sitem lewat jaringan, semacam internit.

Metode enkripsi( encryption techniques) mencegah keamanan komunikasi elektronk kala data lagi dikirimkan.

Menguasai pengaturan dalam dalam sistem outsource pengaudit mengalami kesusahan dalam menguasai pengaturan dalam konsumen dalam suasana itu sebab banyaknya pengaturan yang terdapat di pusat pelayanan serta pengaudit tidak bisa memperhitungkan kalau pengaturan itu mencukupi cuma sebab pusat pelayanan itu ialah perusahan bebas.

Ketergantungan pada pengaudit pusat pelayanan dalam tahun- tahun terakhir terus menjadi biasa untuk pusat pelayanan membebankan kantor akuntan khalayak dalm menguasai serta mencoba pengaturan dalam pusat pelayanan itu, dan menghasilkan informasi buat dipakai oleh seluruh klien serta pengaudit bebas.

Pentingnya Audit IT di Era Serba Digital
Audit

Pentingnya Audit IT di Era Serba Digital

Pentingnya Audit IT di Era Serba Digital – Telah berapa banyak bisnis yang Kamu jalani dalam satu tahun ke balik ini memakai e-cash, bagus buat berbelanja ataupun berbisnis di e- commerce serta apalagi di jalanan.

Pentingnya Audit IT di Era Serba Digital

intosaiitaudit – Memandang bumi digital yang terus menjadi menggila, hingga posisi IT– juga beralih dari support mengarah enabler suatu cara bidang usaha, apalagi era saat ini IT jadi core business banyak industri mulai up.

Melansir itgid.org, Bumi digital tidak cuma melahirkan kesempatan serta serta khasiat besar untuk khalayak serta kebutuhan bidang usaha. Perihal ini pula berimplikasi pada resiko kelangsungan upaya serta integritas badan.

Baca juga : Peran Teknologi dalam Pelaksanaan Audit

Di masa revolusi pabrik 4. 0, kedudukan pengawasan serta audit teknologi jadi terus menjadi genting. Audit Teknologi tidak dimaksudkan buat mencari kemajuan kekeliruan, tetapi sesuatu usaha koreksi lewat cara analitis buat mendapatkan fakta dengan cara obyektif kepada peninggalan teknologi dengan tujuan buat memutuskan tingkatan kesesuaian antara teknologi dengan patokan serta/ ataupun standar yang sudah diresmikan.

Objective dari suatu Audit TI merupakan melaksanakan assessment kepada efektifitas, kemampuan, serta murah tidaknya pengurusan sistem data sesuatu badan. Tujuan Audit Sistem Data bisa dikelompokkan ke dalam 2 pandangan penting, ialah:

a) Conformance (Kesesuaian) – Pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kesesuaian, yaitu :

  • Confidentiality( Kerahasiaan)
  • Integrity( Integritas)
  • Availability( Ketersediaan) dan
  • Compliance( Disiplin).

b) Performance (Kinerja) – Pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kinerja, yaitu : Effectiveness (Efektifitas), Efficiency (Efisiensi), Reliability (Kehandalan).

Teknologi data dalam zona eksekutor sistem serta bisnis elektronik amat rentan pada bermacam bahaya, misalnya virus, serbuan hacking pada kekalahan sistem alhasil menyebabkab cara bidang usaha bisa tidak berjalan dengan bagus. Oleh sebab itu, penyelengggaraan sistem serta bisnis elektronik wajib dilindungi supaya efek fungsional tidak jadi cacat.

Jangkauan ataupun zona yang ikut serta dalam cara Audit Teknologi Data ini terdiri dari:

Organizational IT Audits (Management Control over IT)

Teknologi data kerap dilibatkan pelaksanaannya dalam zona administratif bidang usaha badan. Perihal ini bisa nampak dari seluruh wujud ketetapan yang didapat lewat wewenang serta tanggung jawab dari tiap- tiap pihak manajemen.

Technical IT Audits( Infrastructure, Informasi Centers, Informasi Communication)

Cara audit TI ini kerap dicoba di unit ataupun zona fungsional bagian IT badan sebab unit itu berfungsi dalam membagikan wawasan serta pengalaman untuk sumebr energi orang badan yang memakai TI itu. Tidak hanya itu, unit IT pula bertanggung jawab kepada bagian perangkat keras ataupun aplikasi yang dipunyai badan dan membenarkan tingkatan keamanan data yang telah ditaruh dalam database badan alhasil kerahasiaan senantiasa terpelihara dalam badan serta pihak eksternal tidak mengenali data berarti itu.

Application IT Audits( Business/ Financial/ Operational) Audit TI dicoba dalam tiap- tiap zona

operasional ataupun totalitas unit fungsional badan diawali dari metode pemakaian TI oleh tiap- tiap user/ konsumen sistem yang legal selaku pegawai badan. Tidak hanya itu, bermacam wujud aplikasi yang kerap dipakai badan dalam tingkatkan pemasukan alhasil pengukuran angka keuangan meningkat, angka bidang usaha serta strategi yang hendak diimplementasikan pula sukses dicoba dengan sokongan TI, energi jual ataupun cara bidang usaha selaku kegiatan operasional badan berjalan dengan cara efisien serta berdaya guna.

Development/ Implementation IT Audits( Specification/ Requirements, Design, Development, and Postimplementation Phases)

Cara audit TI ini pula dicoba dalam zona ini dimana badan melaksanakan penilaian kepada teknologi data yang ikut serta sepanjang cara pengembangan bahan- bahan khusus badan( semacam: produk serta layanan yang dijual ke pihak eksternal badan, bagian perangkat keras ataupun aplikasi yang dibesarkan lebih lanjut buat menjajaki tren, serta sedi- segi yang lain. Cara audit ini pula kerap dicoba dalam ruang lingkup cetak biru alhasil menciptakan produk TI yang senantiasa terpelihara kualitasnya serta memakai prinsip meminimalisasikan bayaran namun memaksimalisasikan profit/ keuntungan.

Compliances IT Audits

Cara audit TI yang dicoba dalam tiap zona badan wajib sanggup memeuhi standard- standard audit TI yang telah bernilai global. Bagus pihak dalam ataupun pihak eksternal badan wajib sanggup menjajaki tren yang ditawarkan melalui standard itu yang setelah itu diselaraskan kembali dengan kebijaksanaan badan terpaut kedudukan serta tanggung jawab kepada TI. Dikala ini banyak standard yang dikeluarkan buat audit TI itu, semacam COBIT, ITIL, serta lain- lain buat membenarkan kalau teknologi data yang diaplikasikan telah mencukupi serta pantas buat dipakai ataupun dibesarkan lebih lanjut ataupun tidak. IT Governance Indonesia pasti bisa menolong para professional buat memahami standard- standard ini lewat penataran pembibitan serta sertifikasi perorangan dan melaksanakan cara audit ekternal dengan standard garis besar yang ada.

Walaupun tidak terdapat yang bisa menjamin dengan cara penuh keamanan sistem, kita bisa membuat serta menerapkan kebijaksanaan ataupun metode selaku keluaran dari cara audit buat keamanan pc yang lebih bagus, seperti:

Pengenalan fitur keamanan yang diperlukan

Mendeskripsikan ekspektasi yang realistis kepada pribadi terpaut permasalahan semacam pengawasan kegiatan orang- orang

Mendeskripsikan hak akses serta hak eksklusif serta mencegah peninggalan dari kehilangan, pengungkapan, ataupun kehancuran dengan membagikan bimbingan pemakaian yang bisa diperoleh untuk konsumen serta pula sediakan bimbingan buat komunikasi eksternal( jaringan)

  • Mendeskripsikan tanggung jawab seluruh pengguna
  • Membuat keyakinan lewat kebijaksanaan tutur isyarat yang efektif
  • Mengatakan metode penyembuhan( recovery)
  • Memohon pelanggaran dicatat
  • Sediakan data sokongan pada pengguna

Kebijaksanaan keamanan pc yang bagus hendak berlainan buat tiap badan, industri, ataupun orang terkait pada keinginan keamanan, walaupun kebijaksanaan itu tidak bisa menjamin keamanan sistem ataupun jaringan kepada mungkin serbuan serta bahaya. Dengan terdapatnya aplikasi kebijaksanaan, dibantu oleh produk keamanan yang baik serta konsep penyembuhan, bisa jadi kehilangan yang ditimbulkan bisa diperoleh serta kebocoran data individu bisa diminimalkan.

Gimana dengan badan dengan jutaan bisnis yang mengembangkan

sistem pembayaran elektronik sendiri buat bisa menanggulangi kebingungan pelanggan terpaut keamanan serta pribadi atas pembayaran yang dicoba lewat internet. Zona yang jadi atensi dalam E- commerce merupakan kerahasiaan, integritas, non repudiation( agunan kalau seorang tidak bisa melawan melaksanakan suatu yang memanglah ia jalani), serta autentikasi( cara memastikan apakah seorang memanglah kenyataannya ialah orang yang ia ucap). Cara- cara yang digunakan buat menanggapi permasalahan di atas merupakan lewat enkripsi, kriptografi, serta keikutsertaan pihak ketiga buat dengan cara teratur melaksanakan audit teknologi data, aplikasi standar manajemen serta pengembangan aturan mengurus IT di industri.

Peran Teknologi dalam Pelaksanaan Audit
Audit Informasi

Peran Teknologi dalam Pelaksanaan Audit

Peran Teknologi dalam Pelaksanaan Audit – Teknologi berawal dari bahasa Yunani, ialah technologia yang berarti ulasan sistematik hal semua seni serta kerajinan. Bagi Manuel Castells( 2004) dalam catatan Kurniawan( 2021), teknologi merupakan berkas perlengkapan, ketentuan, serta metode aplikasi wawasan objektif buat profesi khusus dalam situasi yang bisa membolehkan klise. Sampai dikala ini teknologi lalu dibesarkan, pesatnya perkembangan teknologi tidak sempat bisa dijauhi.

Peran Teknologi dalam Pelaksanaan Audit

intosaiitaudit – Terus menjadi maju ilmu wawasan yang dipahami oleh orang, terus menjadi maju pula teknologi yang bisa dibesarkan. Bermacam wujud inovasi lalu menembus dicoba serta di percobaan coba kan buat membagikan khasiat pada orang dalam bermacam aspek. Khasiat dari terdapatnya teknologi ini bisa dialami salah satunya dalam aspek akuntansi.

Dikutip dari itjen.pu, Dalam penajaan akuntansi serta kategorisasi informasi finansial, sistem akuntansi yang pada awal mulanya cuma dengan sistem buku petunjuk bertumbuh serta bisa dicoba dengan sistem komputerisasi. Dengan sedemikian itu, dikala ini telah banyak lembaga penguasa pusat telah memakai aplikasi sistem akuntansi lembaga serta bermacam aplikasi yang lain.

Baca juga : Pengaruh Teknologi Terhadap Audit Informasi

Perkembangan teknologi data akuntansi yang lalu bertumbuh telah sebenarnya diiringi pula dengan kemajuan teknologi audit. IPPF- 2013 melaporkan kalau pengaudit dalam wajib memikirkan buat melaksanakan audit berplatform teknologi serta metode analisa yang lain. Atas statment itu, hingga pengaudit dalam melakukan tugasnya tidak cuma dituntut buat memahami audit dengan cara abstrak, melainkan juga

mempunyai keahlian buat menerapkan teknologi dalam penerapan audit. Dikala ini sudah dibesarkan Metode Audit Berbantuan Pc( TABK), yang ialah pemakaian suatu progam fitur pc buat melaksanakan guna audit alhasil mempermudah cara audit( Romney, 2014). Bersumber pada hasil riset dari Muhayoca serta Ariani( 2017), metode audit berbantuan pc mempengaruhi kepada mutu audit. Pemakaian metode ini bisa mempermudah interogator dalam menganalisa informasi audit dan tingkatkan kemampuan serta daya guna durasi, bayaran, serta pangkal energi orang. Bersumber pada materi audit internal BPKP, metode audit berbantuan pc ini ialah pendekatan dini atas eksploitasi pc selaku perlengkapan buat melaksanakan pemilihan, kalkulasi, analogi, serta serupanya.

Metode audit yang lagi bertumbuh ini membidik pada pemakaian aplikasi, dimana aplikasi itu bisa dikelompokkan jadi 2 ialah Generalized Audit Aplikasi( GAS) serta Specialized Audit Aplikasi( SAS). GAS ialah aplikasi audit serbaguna yang bisa dipakai buat penentuan informasi, pembandingan, kalkulasi kembali, serta peliputan semacam ACL serta IDEA. Sebaliknya SAS ialah fitur lunak yang didesain dengan cara spesial cocok keinginan pengaudit buat suasana audit khusus. Dikala ini, aplikasi ACL serta IDEA telah banyak ada di pasaran serta dipakai oleh para pengaudit dalam mencari bisnis dari ribuan bisnis cocok dengan patokan yang diperlukan.

Dengan terdapatnya perlengkapan tolong audit itu, hingga para pengaudit yang lain wajib senantiasa bangun teknologi serta mempunyai ambisi buat senantiasa berencana berlatih perihal terkini. Pengaudit yang profesional hendak menciptakan mutu audit yang besar, pengaudit yang profesional dengan menggunakan TABK hendak menciptakan audit mutu besar dalam bentang durasi yang kilat serta tertib. Teknologi berawal dari bahasa Yunani, ialah technologia yang berarti ulasan sistematik hal semua seni serta kerajinan. Bagi Manuel Castells( 2004) dalam catatan Kurniawan( 2021), teknologi merupakan berkas perlengkapan, ketentuan, serta metode aplikasi wawasan objektif buat profesi khusus dalam situasi yang bisa membolehkan klise.

Sampai dikala ini teknologi lalu dibesarkan, pesatnya perkembangan teknologi tidak sempat bisa dijauhi. Terus menjadi maju ilmu wawasan yang dipahami oleh orang, terus menjadi maju pula teknologi yang bisa dibesarkan. Bermacam wujud inovasi lalu menembus dicoba serta di percobaan coba kan buat membagikan khasiat pada orang dalam bermacam aspek. Khasiat dari terdapatnya teknologi ini bisa dialami salah satunya dalam aspek akuntansi. Dalam penajaan akuntansi serta kategorisasi informasi finansial, sistem akuntansi yang pada awal mulanya cuma dengan sistem buku petunjuk bertumbuh serta bisa dicoba dengan sistem komputerisasi. Dengan sedemikian itu, dikala ini telah banyak lembaga penguasa pusat telah memakai aplikasi sistem akuntansi lembaga serta bermacam aplikasi yang lain.

Perkembangan teknologi data akuntansi yang lalu bertumbuh telah sebenarnya diiringi pula dengan kemajuan teknologi audit. IPPF- 2013 melaporkan kalau pengaudit dalam wajib memikirkan buat melaksanakan audit berplatform teknologi serta metode analisa yang lain. Atas statment itu, hingga pengaudit dalam melakukan tugasnya tidak cuma dituntut buat memahami audit dengan cara abstrak, melainkan juga

mempunyai keahlian buat menerapkan teknologi dalam penerapan audit. Dikala ini sudah dibesarkan Metode Audit Berbantuan Pc( TABK), yang ialah pemakaian suatu progam fitur pc buat melaksanakan guna audit alhasil mempermudah cara audit( Romney, 2014). Bersumber pada hasil riset dari Muhayoca serta Ariani( 2017), metode audit berbantuan pc mempengaruhi kepada mutu audit. Pemakaian metode ini bisa mempermudah interogator dalam menganalisa informasi audit dan tingkatkan kemampuan serta daya guna durasi, bayaran, serta pangkal energi orang. Bersumber pada materi audit internal BPKP, metode audit berbantuan pc ini ialah pendekatan dini atas eksploitasi pc selaku perlengkapan buat melaksanakan pemilihan, kalkulasi, analogi, serta serupanya.

Metode audit yang lagi bertumbuh ini membidik pada pemakaian aplikasi, dimana aplikasi itu bisa dikelompokkan jadi 2 ialah Generalized Audit Aplikasi( GAS) serta Specialized Audit Aplikasi( SAS). GAS ialah aplikasi audit serbaguna yang bisa dipakai buat penentuan informasi, pembandingan, kalkulasi kembali, serta peliputan semacam ACL serta IDEA. Sebaliknya SAS ialah fitur lunak yang didesain dengan cara spesial cocok keinginan pengaudit buat suasana audit khusus. Dikala ini, aplikasi ACL serta IDEA telah banyak ada di pasaran serta dipakai oleh para pengaudit dalam mencari bisnis dari ribuan bisnis cocok dengan patokan yang diperlukan.

Dengan terdapatnya perlengkapan tolong audit itu, hingga para pengaudit yang lain wajib senantiasa bangun teknologi serta mempunyai ambisi buat senantiasa berencana berlatih perihal terkini. Pengaudit yang profesional hendak menciptakan mutu audit yang besar, pengaudit yang profesional dengan menggunakan TABK hendak menciptakan audit mutu besar dalam bentang durasi yang kilat serta tertib.

Hal – Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Penerapan Audit Informasi Pengetahuan
Audit

Hal – Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Penerapan Audit Informasi Pengetahuan

Kemunculan media telah memudahkan semua urusan manusia. Dalam kasus ini kami contohkan saat menggunakan media Laptop dan Smartphone dalam kehidupan sehari – hari, terutama dalam jalinan kerja. Dulunya proses Audit Informasi Pengetahuan hanya bisa dilakukan secara tatap muka. Namun seiring berkembangnya jaman, kini hal tersebut dapat dilakukan melalui sistem online.
Banyak sekali hal – hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan Audit Informasi Pengetahuan. Sehingga hal tersebut lebih menghemat waktu, pikiran dan tenaga pada saat dijalankan. Sehingga hasil yang didapatkan pun sangat maksimal. Itu karena efektivitas proses pemantauan berjalan lebih baik dari pada potensi sebelumnya. Dan berikut beberapa poin yang patut menjadi target utama demi tercapainya keberhasilan dalam urusan audit, di antaranya;

  1. Pengawasan Secara Berlebihan
    Yang pertama yaitu pengawasan secara berlebihan (Over Auditing). Hal ini akan berdampak besar bagi organisasi atau perusahaan ketika dilakukan tanpa menghitung limit waktu dalam penerapannya. Berbagai hal sangat perlu dipertimbangkan agar tidak membuang – buang banyak waktu. Setidaknya ada beberapa titik atau target yang layak digaris bawahi agar proses tersebut berjalan seperti rencana awal.
  2. Pengumpulan Data dan Fakta
    Yang berikutnya adalah proses pengumpulan data dan fakta (Waiting). Dasar – dasar untuk melakukan suatu pengawasan yaitu berbekal data yang didapatkan. Diperlukan kecepatan dan kecakapan dalam mengumpulkan semua informasi akurat dan aktual agar proses tersebut dapat berjalan lancar. Harus ditentukan sebuah Deadline agar sistem kerja yang terjadi akan berdampak pada suatu kemajuan bersama.
  3. Pemberian Jeda Waktu
    Yang selanjutnya yakni pemberian jeda waktu (Time Delay). Pengumpulan laporan tidak boleh melewati batas waktu yang telah ditentukan secara struktural. Karena hal tersebut akan menunda proses audit hingga berlarut – larut. Adanya penentuan Deadline memang sangat berguna agar jadwal yang diterbitkan dapat dijalankan tepat waktu.
  4. Perencanaan Proses Audit
    Yang keempat ialah perencanaan proses audit (Audit Process). Pengawasan memang tidak boleh mengalami penundaan. Maka dari itu harus diperlukan waktu yang tepat untuk mengambil suatu keputusan. Dalam hal ini, pemilihan staff dan auditor profesional sangat diperlukan agar mampu menjalankan setiap tahapan secara maksimal.Terlihat banyak perusahaan besar serta situs slot online games lebih menggunakan software dan auditor profesional untuk mempercepat pemrosesan datanya.
  5. Penerapan Audit
    Yang kelima yaitu penerapan audit (In-work Audit). Ada banyak sekali penerapan dalam implementasi pengawasan yang dilakukan secara berurutan. Nantinya proses ini bisa berjalan secara efisien dan efektif demi menghasilkan tujuan yang jelas dan terarah. Diperlukan banyak kematangan saat melakukannya agar tidak melewati batas waktu.
  6. Peninjauan Ulang
    Yang keenam adalah proses peninjauan ulang (Proses Review). Seperti diketahui bahwa proses ini akan banyak menyita waktu. Maka dari itu meminimalisir hal – hal yang tidak ada kaitannya dengan pengembangan audit sangat penting dilakukan supaya kajian data yang terkumpul jadi lebih sempurna. Sangat dibutuhkan sistem kerja yang optimal demi mendapatkan hasil terbaik di kemudian hari.
  7. Penanganan Permasalahan
    Dan yang terakhir yakni penanganan permasalahan (Problem Solving). Dalam kajian Audit Teknologi Informasi tentu terdapat banyak sekali kesalahan baik secara sengaja maupun tidak disengaja. Pastinya hal tersebut menjadi masalah yang cukup serius untuk segera ditangani. Oleh sebab itu diperlukan pemikiran yang logis, rasional hingga demokratis agar masalah yang muncul segera terselesaikan secara bijak.

Dan dengan mempertimbangkan beberapa poin di atas, maka penerapan Audit Informasi Pengetahuan akan berjalan dengan sangat baik. Sementara hasil yang didapatkan akan terlihat lebih sempurna dari pada rencana awal.

Berkenalan Dengan Sistem Audit Pengetahuan Dan Peranannya dalam Sebuah Organisasi Dan Perusahaan
Artikel

Berkenalan Dengan Sistem Audit Pengetahuan Dan Peranannya dalam Sebuah Organisasi Dan Perusahaan

Proses audit merupakan suatu hal penting yang harus dilakukan pada sebuah lembaga, organisasi
atau perusahaan. Ada berbagai macam jenis sistem audit yang dilakukan dimana salah satunya
adalah audit pengetahuan.

Definisi Audit Pengetahuan
Audit pengetahuan memiliki beberapa definisi dari audit pengetahuan ini, Salah satunya adalah
pendapat dari Ann Hylton yang mengemukan bahwa audit pengetahuan merupakan sebuah tahapan
pertama yang oenting pada suatu inisitif manajemen pengetahuan. Jenis audit ini digunakan untuk
pemeriksaan dan investigasi terhadap kesehatan pengetahuan pada sebuah organisasi atau
perusahaan. Audit pengetahuan ini bisa dijabarkan secara umum sebagai sebuah aktiviras yang
dilakukan untuk menemukan, menganalisa, menginterpreatsii dan melaporkan beberapa fakta yang
mencakup studi kebijakan pengetahuan dan informasi perusahaan, serta struktur pengetahuan.
Dari penjelasan mengenai sistem audit pengetahuan tersebut, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa
ada lima hal yang menjadi fokus dari audit pengetahuan ini, yaitu :
-Kebutuhan pengetahuan pada suatu organisasi atau perusahaan
-Aset dan juga sumber pengetahuan yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan
-Adanya gaps atau jurang pemisah yang ada dalam organisasi atau perusahaan
-Alur pengetahuan yang ada di dalam organisasi atau perusahaan
-Halangan atau rintangan yang dihadapi

Mengapa harus dilakukan Audit pengetahuan ?
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa sangat penting sekali untuk dilakukan audit pada
sebuah organisasi atau perusahaan. Menurut beberapa ahli berikut ini, ada beberapa alasan
mengapa sangat penting untuk dilakukan audit pengetahuan ini. Berikut ini adlaah penjelasannya.

  1. Ann Hylton
    Ann Hyton menyatakan jika audit pengetahuan ini dapat membantu suatu unit kerja yang
    diaudit dalam menentukan segala hal yang sudah diketahui atau yang belum diketahui oleh
    sebuah unit. Selain itu, hal ini juga dapat meningkatkan pengelolaan pengetahuan yang ada
    pada sebuah perusahaan atau organisasi.
  2. Oliver Serrat
    Menurut Oliver Serrat menyatakan bahwa audit pengetahuan ini menyediakan bukti tangible
    mengenai pengetahuan yang dibutuhkan oleh perusahaan dimana perusahaan atau
    organisasi, bagaimana pengetahuan yang digunakan, kesulitan apa yang dihadapi dan juga
    perbaikan apa saja yang harus dilakukan.

Manfaat Melakukan Audit Pengetahuan
Selain penting untuk dilakukan, ada beberapa macam manfaat yang bisa dirasakan ketika mengikuti
audit pengetahuan ini. Berikut ini adalah penjelasannya.

  1. Membantu perusahaan atau organisasi dalam melakukan identifikasi denga sangat jelas dan
    mudah yang mana dapat mendukung seluruh tujuan dari organisasi, induvidu dan juga
    aktivitas tim
  2. Memberikan bukti secara konkrit mengenai pengelolaan pengetahuan dengan cara efektif.
    Selain itu, audit ini juga bisa digunakan untuk menunjukan berbagai macam perbaikan yang
    dibutuhkan
  3. Membantu dalam memberikan bukti yang berdasarkan pada laporan dan catatan mengenai
    pengetahuan yang ada pada perusahaan atau organisasi
  4. Membantu dalam memetakan pengetahuan yang ada pada organisasi tersebut mengenai
    dimana keberadaanya, gap dan duplikasinya
  5. Mempermudah perusahaan dalam mengidentifikasi kantong-kantong pengetahuan yang saat
    ini sedang tidak digunakan untuk keuntungan yang baik.
  6. Membantu dalam menyusun peta jaringan dan alur komunikasi
  7. Menampilkan inventaris yang berupa beberapa aset pengetahuan sehingga aset tersebut
    menjadi lebih kelihatan dan agar lebih bisa diukur dan juga dilaporkan. Selain itu, juga
    memberikan suatu pemahaman yang jelas mengenai sebuah kontribusi pengetahuan pada
    sebuah perusahaan atau organisasi.
  8. Membantu dalam menyediakan sebuah informasi vital yang berguna untuk proses
    pengembangan inisiatif dan juga beberapa program manajemen pengetahuan dengan lebih
    efektif dan juga relevan dengan situasi yang mutakhir.

Pengaruh Teknologi Terhadap Audit Informasi
Artikel Audit

Pengaruh Teknologi Terhadap Audit Informasi

Siapa yang tidak mengenal teknologi? Teknologi merupakan sebuah alat yang dimanfaatkan oleh masyarakat dunia guna memudahkan aktifitasnya sehari-hari. Teknologi bahkan menjadi sarana semua orang dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh semua orang sehingga kehidupan yang mereka jalankan dapat berlangsung dengan mudah. Siapapun yang memanfaatkan teknologi, mereka akan mendapatkan kenyamanan selama menggunakan teknologi. Pertama kali muncul, teknologi menjadi bentuk konkret yang dimanfaatkan dalam mengubah SDA menjadi berbagai jenis peralatan sehari-hari. Seiring dengan berkembangnya waktu, teknologi tampil lebih mudah dan sederhana yang tak berwujud. Software dan aplikasi menjadi tampilan teknologi saat ini yang sederhana dan mudah dimanfaatkan. Dahulunya, masyarakat memanfaatkan surat, buku dna koran sebagai informasi fisik yang jelas. Semua hal tersebut kini menghilang akibat teknologi internet.

Di era digital, teknologi internet memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang mereka inginkan. Masyarakat bahkan dapat saling bertukar pesan dengan memanfaatkan teknologi. Bermoda teknologi dan gadget, masyarakat mampu mengetahui semua informasi dan ilmu pengetahuan yang mereka butuhkan. Teknologi terbaru mampu memberikan kemudahan dan kenyamanan hidup bagi mayarakat yang memanfaatkannya. Mudahnya mendapatkan informasi dan melakukan pertukaran kepada orang lain tentunya memberikan manfaat kepada masyarakat. Dengan teknologi pula, masyarakat dapat melakukan pertukaran informasi lebih banyak. Meskipun demikian, masyarakat harus cerdas dalam memperoleh informasi melalui teknologi yang mereka manfaatkan. Masyarakat perlu mmeilih informasi dan melakukan evaluasi terhadap semua informasi yang telah masyarakat dapatkan. Dengan bersikat bijak, masyarakat akan terhindar dari sumber informasi salah dan oknum yang tidak bertanggung jawab dalam memberikan informasi menyesatkan. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak terjerumus terhadap hal-hal yang salah.

Evaluasi terhadap objek tertentu seperti produk, sistem, organisasi dan proses merupakan bentuk pengendalian dan pengawasan. Melalui evaluasi, masyarakat dapat menilai apakah informasi yang mereka dapatkan telah memenuhi aturan dan standar yang diberlakukan atau tidak. Proses evaluasi inilah yang dikenal dengan istilah audit. Perusahaan yang sudah berskala besar dan Internasional seperti SBOBET, toko online Lazada mereka selalu membutuhkan proses audit. Audit dilakukan oleh seorang auditor yang tidak memihak atau netral dan memiliki sifat objektif. Pengguna teknologi terkadang memandang rendah seorang auditor karena dinilai kerap kali mencari kesalahan atas beberapa objek tertentu. Padahal jika masyarakat mengenal dan mengetahuinya dengan baik, audit merupakan tindakan perbaikan otomatis agar mendapatkan kebenaran objek dan didasari oleh standar yang diberlakukan. Dengan perkembangan teknologi saat itu, proses audit dapat dilakukan dengan lebih mudah. Dulu, seorang auditor sering mengeluh akan banyaknya dokumen yang perlu mereka kumpulkan dan simpan selama melakukan audit. Mereka bahkan membutuhkan daftar dokumen yang perlu mereka lengkapi ketika kegiatan audit berlangsung.

Dokumen berjumlah bnayak membuat auditor merasa kesulitan ketika menggali informasi yang akurat. Mereka wajib membuka lembaran dokumen hanya demi mendapatkan kebenaran akan informasi tertentu. Dengan teknologi, hal ini tentunya tidak akan dialami oleh seorang auditor. Dokumen informasi yang perlu dikumpulkan kini dapat dilakukan dengan cara digital. Dengan teknologi pula, auditor tidak lagi harus membawa berkas dokumen dalam jumlah banyak. Informasi dapat disajikan dalam bentuk yang lebih sederhana dengan memanfaatkan aplikasi atau software. Perkembangan teknologi turut berdampak pada perencaan audit, pelaksanaan audit, rapat pembuka dan pelaporan hasil audit. Hal-hal yang biasanya hanya dapat diselesaikan dengan cara bertatap muka secara langsung, teknologi memudahkan masyarakat untuk menyelesaikan tugasnya secara daring. Mudah dan proses yang cepat dalam mendapatkan informasi ini dapat dilakukan melalui teknologi.

Peranan Teknologi Terhadap Penyebaran Informasi
Audit Blog

Peranan Teknologi Terhadap Penyebaran Informasi

Di era digital dan modern saat ini, penyebaran informasi tidak dapat dibendung lagi. Hanya dalam sekejap, semua informasi yang dibutuhkan oleh semua orang dapat dilakukan dengan mudah. Dengan koneksi internet dan gadget di tangan, informasi dapat mereka peroleh dengan singkat. Kondisi ini membuktikan kepada kita bahwa teknologi dapat memberikan kenyamanan dan kemudahan dalam mendapatkan dan menyebarkan informasi dengan cara yang sederhana. Jika dahulunya masyarakat yang ingin mencari lowongan pekerjaan melalui surat kabar, kini masyarakat dapat mencari pekerjaan melalui media sosial dan sumber informasi lainnya yang diakses melalui gadget. Contoh inilah yang membuktikan bahwa teknologi mampu memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mendapatkan informasi. Teknologi sendiri masuk ke dalam sektor penting di kehidupan seperti sosial budaya, pendidikan dan ekonomi. Teknologi memberikan manfaat yang nyata kesemua bidang.

Pendidikan menjadi sistem pembelajaran dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan membutuhkan teknologi. Dengan teknologi, masyarakat tidak perlu membeli buku lagi hanya untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang mereka butuhkan. Hanya dengan memanfaatkan browser atau aplikasi tertentu, informasi akan ilmu pengetahuan dapat masyarakat dapatkan di tangan. Selama masyarakat mendapatkan informasi yang benar, mereka akan memperoleh ilmu pengetahuan yang benar. Jika informasi yang didapatkan tidaklah benar, masyarakat tentunya akan mendapatkan ilmu yang menyesatkan. Guna mendapatkan kebenaran akan informasi yang didapat melalui teknologi, cara terbaik yang perlu masyarakat lakukan adalah dengan melakukan audit. Proses audit secara tidak langsung melakukan pembenaran terhadap data yang telah disebarluaskan. Perkembangan teknologi sendiri membawa angin segar untuk proses audit. Dahulu, proses audit membutuhkan waktu yang lama. Dengan teknologi yang berkembang, proses audit dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat.

Proses audit dilakukan dengan mudah berkat keberadaan peralatan canggih seperti laptop, smartphone dan komputer. Pengumpulan dokumen menjadi lebih cepat dan mudah dengan adanya peralatan elektronik tersebut. Data dan informasi yang telah dicari oleh seorang auditor menjadi lebih sederhana dengan keberadaan aplikasi atau software. Data yang mereka sajikan bahkan dapat terlihat jauh lebih menarik dengan bantuan software atau aplikasi. Seorang auditor hanya memerlukan filenya saja ketika akan mendapatkan informasi tanpa perlu membawa tumpukan dokumen cetak. Informasi yang berhasil auditor dapatkan membuat mereka dapat mengetahui kebenaran akan informasi dan standar baku yang diberlakukan. Auditor juga dapat mengetahui ketidaksesuaikan akan informasi ketika menemu kejanggalan.

Pengguna informasi dapat pula melakukan audit guna mendapatkan kebenaran atas informasi yang disajikan oleh sebuah situs pada browser. Audit sendiri merupakan bentuk pengendalian, pemeriksaan dan pengawasan akan sistem, produk, organisasi dan proses yang dilakukan oleh seorang auditor.

Proses audit memiliki tujuan untuk memverifikasi informasi dan menunjuk bahwa subjek auditor mampu berjalan dengan regulasi dan standar yang berlaku. Pemeriksaan informasi dilakukan dengan mengecek kebenaran akan informasi yang telah disampaikan dan memiliki sumber informasi yang jelas. Selama melakukan audit, proses audit berjalan mengikuti perkembangan teknologi saat ini. Dahulunya, proses audit memerlukan waktu yang lama akibat jumlah berkas dokumen yang dibutuhkan. Ketika teknologi berkembang, proses audit dapat dilakukan dengan lebih mudah. Teknologi membuat proses audit dilakukan secara digital. Tidak hanya membutuhkan waktu lama, audit dengan teknologi kini dilakukan dengan cepat, mudah dan tidak membutuhkan tenaga ekstra ketika melakukannya. Proses audit dapat dipermudah dengan memanfaatkan aplikasi, software dan platform yang tersedia sekarang ini.

Peran Perkembangan Teknologi Terhadap Auditing Persebaran Informasi
Artikel Audit Blog Informasi

Peran Perkembangan Teknologi Terhadap Auditing Persebaran Informasi

Peran Perkembangan Teknologi Terhadap Auditing Persebaran Informasi – Persebaran informasi di era digital memang semakin tak terbendung lagi. Hampir semua orang bisa mencari dan mendapatkan informasi yang dibutukan dalam sekejap. Cukup dengan berbekal gadget pada genggaman tangan dan koneksi internet yang mumpuni maka informasi dapat dengan mudah diperoleh. Kondisi ini menunjukkan bahwa teknologi mampu menyajikan kemudahan dan kenyamann dalam menyebarluaskan informasi dalam bentuk yang lebih sederhana. Sebagai contoh ketika zaman dulu orang mencari pekerjaan melalui lowongan kerja yang disebarluaskan melalui koran atau dari mulut ke mulut. Kini setiap orang sudah bisa mencari pekerjaan melalui informasi media sosial maupun aplikasi lowongan kerja pada smartphone saja.

Masuknya teknologi ke dalam beberapa bidang penting dalam kehidupan seperti pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya memang memberikan manfaat yang nyata. Pendidikan sebagai suatu sistem pembelajaran untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan keterampilan menjadi bidang pokok yang sangat membutuhkan teknologi. Setiap orang dapat memperoleh informasi yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan tanpa harus membeli buku lagi. Cukup dengan menggunakan aplikasi pencarian atau browser saja maka informasi tentang ilmu pengetahuan yang diminati sudah ada di genggaman tangan. Nah, yang menjadi permasalahan adalah apakah informasi tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dan memiliki sumber yang jelas ?. Beruntungnya jika anda mendapatkan ilmu pengetahuan dari informasi yang benar maka wawasan menjadi tambah luas. Lain halnya jika anda mendapatkan ilmu pengetahuan dari informasi yang tidak jelas sumbernya maka akan menyesatkan.

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menyaring kebeneran suatu informasi terutama dalam hal pengetahuan adalah audit. Proses audit dilakukan oleh seorang auditor yang berkompeten dalam bidang yang akan diauditnya serta bersifat objektif yang tidak berpihak kepada siapapun kecuali terhadap objek yang diauditnya. Sebagai contoh audit keuangan dilakukan oleh auditor yang paham soal keuangan atau akuntansi dan hanya berpihak terhadap kesesuaian antara kondisi keuangan yang dilaporkan dengan kondisi keuangan yang sebenarnya. Secara tidak langsung proses audit juga dikenal sebagai proses pengecekan kebenaran dari data dan informasi yang sudah disebarluaskan sebelumnya berdasarkan aturan atau regulasi yang ada.

Perkembangan teknologi yang mengarah ke era digital ternyata membawa angin segar bagi proses audit. Jika sebelumnya audit dikenal sebagai proses yang lama dan melelahkan, kini audit dapat dikerjakan dengan lebih mudah dan cepat karena bantuan teknologi. Melalui peralatan elektronik yang canggih seperti komputer, laptop, dan smartphone maka pengumpulan dokumen yang dibutuhkan sebagai sumber informasi audit menjadi lebih mudah. Bisa dibayang jika dulu seorang auditor harus mengumpulkan tumpukan dokumen dan membawanya kesana kemari untuk mendapatkan informasi soal obyek yang diaudit. Benar-benar proses yang berat bukan?.

Melalui berbagai software dan aplikasi yang sudah tersedia, auditor mampu mencari data dan informasi dalam bentuk yang lebh yang lebih sederhana dan menyajikannya dalam bentuk lebih menarik. Sebagai contoh adalah data rekap keuangan yang memuat angka dan dicetak menggunakan mesin ketik tanpa ada soft filenya maka auditor harus mengetik ulang. Namun dengan adanya perkembangan teknologi para auditor kini hanya membutuhkan filenya saja agar bisa mendapatkan informasi tanpa harus membawa dokumen cetaknya. Melalui informasi yang diperoleh maka auditor dapat mengetahui tingkt kesesuaian informasi tersebut dengan standar baku yang berlaku. Selain itu, auditor juga akan memperoleh bukti-bukti ketidaksesuaian informasi apabila ditemui adanya kejanggalan saat proses audit berlangsung. Pengguna informasi juga bisa melakukan audit untuk mengetahui kebenaran dari informasi yang akan digunakan melalui atau situs yang tersedia di browser.

Pentingnya Pengembangan Teknologi Dalam Proses Audit Informasi di Era Digital
Artikel Audit Blog Informasi

Pentingnya Pengembangan Teknologi Dalam Proses Audit Informasi di Era Digital

Pentingnya Pengembangan Teknologi Dalam Proses Audit Informasi di Era Digital – Teknologi diciptakan sebagai sarana untuk memberikan kemudahan serta kenyamanan bagi manusia dalam menjalani kehidupannya. Perkembangan teknologi dalam beberapa tahun terakhir mengalami lonjakan yang sangat pesat dan memiliki dampak yang luas. Pengaruh yang dapat dirasakan dari pesatnya perkembangan teknologi juga menjangkau hampir seluruh aspek kehidupan manusia seperti pendidikan, ekonimi, sosial budaya, dan masih banyak lagi. Melalui penerapan teknologi pada beberapa aspek kehidupan tersebut maka semua hal yang dikerjakan dapat berjalan dengan mudah dan cepat serta hasil yang diperoleh menjadi lebih maksimal.

Contoh nyata perkembangan teknologi yang dapat kita rasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari adalah kemudahan pertukaran informasi secara digital. Dulu, setiap orang yang ingin mendapatkan informasi harus bertemu langsung dengan sumbernya atau melalui media cetak seperti koran, tabloid, dan buku. Namun, dengan adanya teknologi informasi berbasis internet di era digital seperti sekarang ini membuat semua orang bisa mengakses beberapa infromasi yang dibutuhkan sekaligus hanya dengan berbekal peralatan elektronik saja seperti smartphone dan laptop.Bahkan aneka informasi menarik yang dibutuhkan dapat diakses kapanpun dan dimanapun kita mau asalkan terkoneksi dengan jaringan internet.

Teknologi merupakan produk dari hubungan berbagai macam ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh manusia. Semakin canggih teknologi yang digunakan menunjukkan bahwa semakin tinggi pula tingkat ilmu pengetahuan yang dimiliki. Oleh karena itu, teknologi berperan penting dalam penyebaran ilmu pengetahuan agar mampu meningkatkan harkat dan pengetahuan manusia. Salah satunya adalah dengan kemudahan mengakses informasi mengenai berbagai bidang ilmu pengetahuan secara digital melalu media online. Berbagai informasi terperinci soal ilmu pengetahuan dan perkembangannya dapat dinikmati dengan mudah oleh masyarakat luas. Namun, kemudahan informasi ini hendaknya ditanggapi dengan bijak dan hati-hati agar informasi yang diperoleh dapat menambah wawasan tentang ilmu pengetahuan.

Setiap informasi yang muncul dan menyebar dengan mudah di era digital seperti sekarang ini ibarat pisau bermata dua. Satu sisi dapat memberika manfaat berupa bertambahnya wawasan ilmu pengetahuan apabila informasi yang diperoleh benar adanya atau fakta. Namun di sisi lain dapat menyesatkan apabila informasi yang diperoleh tidak benar atau hanya hoax semata. Oleh karena itu, sebagai pengguna teknologi yang bijak harus lebih selektif dalam menerima berbagai informasi digital yang ada. Salah satu cara yang dapat diambil ketika ingin memperoleh informasi soal ilmu pengetahuan di era digital seperti sekarang ini adalah mencari informasi yang sudah mengalami proses pemeriksaan atau audit sebelumnya.

Audit merupakan bentuk pengawasan, pengendalian, dan pemeriksaan terhadap suatu sistem, proses, produk, atau organisasi yang dilakukan oleh auditor. Tidak semua orang bisa menjadi seorang auditor. Diperlukan orang yang kompeten terhadap yang ingin diauditnya dan harus netral tanpa memihak siapapun karena dilakukan secara objektif. Proses audit bertujuan untuk memverifikasi bahwa subjek auditor berjalan sesuai dengan standar dan regulasi yang berlaku. Dalam hal ini, pemeriksaan atau audit informasi dapat dilakukan dengan cara mengecek kebenaran dari informasi yang disampaikan bahwa hal tersebut benar adanya dan memiliki sumber yang jelas dan kuat. Proses audit juga mengikuti perkembangan teknologi yang sudah ada. Apabila dulu proses audit membutuhkan proses yang lama karena pengguaan berkas-berkas dokumen yang banyak dan berat maka dengan adanya teknologi semuanya bisa dikerjakan secara digital dengan mudah dan cepat. Banyak sekali platform, aplikasi, atau softwar yang dapat digunakan untuk mempermudah dan mempercepat proses audit.

Pengaruh Perkembangan Teknologi Terhadap Proses Audit Informasi Digital
Artikel Audit Blog Informasi

Pengaruh Perkembangan Teknologi Terhadap Proses Audit Informasi Digital

Pengaruh Perkembangan Teknologi Terhadap Proses Audit Informasi Digital – Teknologi merupakan sebuah saranan dan prasarana yang bisa menyediakan komponen yang dibutuhkan untuk keberlangsungan hidup umat manusia serta menimbulkan kenyamanan bagi siapapun yang menggunakannya. Teknologi muncul pertama kali dalam bentuk yang konkret dan digunakan untuk mengubah sumber daya alam menjadi berbagai peralatan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, seiring dengan berjalannya waktu ternyata teknologi berkembang menjadi sesuatu yang lebih simpel dan tidak berwujud seperti aplikasi atau software. Seperti yang kita lihat bersama bahwa puluhan tahun yang lalu kita masih menggunakan koran, buku, surat, dan lain sebagainya dengan fisik yang jelas. Namun, semua itu kian sirna dengan adanya era digital menggunakan teknologi internet. Kita semua bisa memperoleh informasi, berbagai pesan, dan berbagai aktivitas lainnya hanya dengan berbekal smartphone atau gadget dengan teknologi terbaru.

Semakin mudahnya pertukaran dan persebaran informasi di era digital seperti sekarang ini memang memberikan dampak yang positif bagi masyarakat. Terlebih saat masa pandemi yang mengharuskan segala sesuatunya dikerjakan di rumah secara onlin menggunakan jaringan internet. Tentu saja pertukaran informasi yang terjadi menjadi semakin banyak bukan?. Mulai dari kantor, sekolah, pemerintahan, dan lain-lain menggunakan media online untuk melanjutkan aktivitasnya yang sempat tersendat karena wabah. Namun, sebagai pengguna teknologi yang cerdas hendaknya membekali dirinya dengan kemampuan untuk mengevaluasi setiap informasi yang masuk. Sikap bijak seperti ini dapat menghindarkan kita dari oknum-oknum tak bertanggung jawab yang menjerumus kita ke dalam informasi yang salah dan menyesatkan.

Proses evaluasi terhadap suatu objek seperti proses, sistem, organisasi, dan produk sebagai bentuk pengawasan dan pengendalian untuk memastikan bahwa objek tersebut telah sesuai dengan standar dan aturan yang berlaku disebut dengan Audit. Proses ini dilakukan oleh seorang auditor dengan kompeten dan tidak memihak siapapu (netral) karena bersifat objektif. Proses ini sering dipandang sebelah mata oleh para pengguna teknologi karena dianggap mencari sumber-sumber kesalahan atas objek tertentu. Padahal audit merupakan suatu upaya perbaikan dengan menggunakan proses yang sistematis untuk mendapatkan bukti yang objektif guna mendapatkan tingkat kesesuaian objek tersebut dengan standar yang berlaku.

Perkembangan teknologi yang serba digital seperti sekarang ini membuat proses audit menjadi lebih mudah. Salah satu proses audit yang sering dikeluhkan oleh auditor adalah penyiapan berkas-berkas dokumen yang dibutuhkan. Kumpulan berkas-berkas dokumen dibutuhkan dalam proses pemenuhan kebutuhan informasi sebelum proses auditing dilakukan dan bahkan seorang auditor juga memiliki daftar dokumen yang harus dilengkapi dan wajib ada ketika proses audit berlangsung. Banyaknya dokumen tersebut seringkali membuat auditor merasa kesulitan dalam mencari informasi pokok yang dibutuhkan dengan cara membuka satu per satu lembar dokumen. Namun, dengan adanya perkembangan teknologi digital seperti sekarang maka auditor mampu mengumpulkan berkas dokumen tersebut secara digital saja tanpa perlu membawa dokumen yang memenuhi tas. Bahkan dokumen yang semula berantakan pun menjadi lebih rapi jika disajikan secara digital dengan folderisasi yang mudah dibaca.

Perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap proses audit lainnya seperti perencanaan audit, rapat terbuka audit, pelaksanaan audit, sampai pelaporan hasil audit. Banyak sekali aplikasi atau software yang dapat membantu terlaksananya proses-proses audit tersebut. Sebagai contoh adalah rapat terbuka audit saat masa pandemi seperti sekarang yang masih berisiko tinggi. Oleh sebab itu, rapat dilaksanakan secara daring atau online pada aplikasi tertentu agar kegiatan audit dapat berjalan sesuai jadwal. Begitu juga dengan pelaporan hasil audit yang sebelumnya menggunakan dokumen yang dicetak, kini bisa dengan menggunakan file saja yang lebih mudah untuk disebarluaskan.

Pemborosan Audit Informasi Pengetahuan yang harus Diminimalisir
Artikel Audit Blog Informasi

Pemborosan Audit Informasi Pengetahuan yang harus Diminimalisir

Pemborosan Audit Informasi Pengetahuan yang harus Diminimalisir – Dalam melakukan audit tentunya harus dilakukan dengan efektif dan efisien agar tidak terjadi pemborosan. Tindakan audit perlu dilakukan dengan perencanaan yang matang. Perencanaan ini harus disusun sesuai dengan kebutuhan yang ada. Kesalahan dalam perencanaan audit dapat menjadi hal yang merugikan suatu perusahaan. Berikut adalah beberapa pemborosan yang perlu dimimalisir agar audit menjaid efektif dan efisien.
• Overauditing
Audit yang dilakukan tentunya harus berdasarkan dengan kebtuhan yang diperlukan. Proses audit ini harus mempertimbangkan dengan kesesuai kebutuhan agar tidak dilakukannya audit yang tidak diperlukan. Perencanaan audit harus dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan yang ada. Hal ini akan meminimalisir kerugian yang terjadi karena ada audit yang tidak diperlukan.

• Waiting
Proses pengumpulan data harus dilakukan secara maksimal agar tidak ada data yang tertingggal. Kekurangan data yang akan menjadi abahn audit bisa menjadikan hal yang akan mengganggu jalannya proses audit. Jika data yang dikumpulkan kurang maka proses audi juga akan menunggu data yang masuk agar data menjadi lengkap. Hal ini perlu diminimalisir karena akan menjadikan proses audit menjadi lebih lama.

• Time delay
Hal ini berkaitan dengan proses laporan dan pemberian dokumen laporan. Jeda waktu yang terjadi dari kedua proses ini harus dimimalisir agar tidak ada kerugian yang masuk. Waktu dari proses audit ini perlu direncanakan dan dihitung dengan tepat agar proses audit tidak terlambat dari jadwal yang telah ditentukan.

• Audit process
Proses audit ini perlu direncanakan dengan matang agar tidak terjadi kekeliruan dan hal yang tidak perlu dilakukan selama proses audit dilakukan. Kurangnya staff yang berpangalaman, data yang tidak lengkap, serta tahapan audit yang berlebihan dalam proses audit harus diminimalisir.

• In-work process
Proses audit data member judi online juga perlu memperhatikan tengat waktu yang ada. Proses audit data member slot online harus direncanakan dengan matang dan tepat agar proses audit di perusahaan menjadi efektif dan efisien. Kebutuhan dari audit data member judi yang dilakukan juga harus dipertimbangkan dengan estimasi waktu yang ada, agar tak memerlukan biaya yang tidak perlu untuk dikeluarkan.

Pemborosan Audit Informasi Pengetahuan

• Review process
Review yang terjadi bisa menjadi hal yang memerlukan banyak waktu. Proses review yang dilakukan merupakan proses kendali ukuran standarisasi dari audit ini. Jika review tidak dilakukan oleh seseorang yang berkompeten maka review akan menjadi sangat percuma serta hasil dari proses ini tidak akan menjadi hasil yang optimal.

• Error and mistake
Dalam proses audit yang dilakukan tentu saja sering ditemukan adanya kesalahan yang akan terjadi. Kesalahan ini harus diminimalisir agar proses audit menjadi lebih efektif untuk dilakukan. Perencanaan pelaksanaan audit ini harus disusun dan dipikirkan dengan matang agar hasil dari audit dan proses berjalannya audit tidak ditemukan kesalahan sama sekali.

Pemrosesan Auditing secara Komputerisasi dengan Pendekatan
Artikel Audit Blog Informasi

Pemrosesan Auditing secara Komputerisasi dengan Pendekatan

Pemrosesan Auditing secara Komputerisasi dengan Pendekatan – Dalam setiap organisasi ataupun perusahaan, ada perubahan proses auditing yang di komputerisasikan karena adanya perkembangan teknologi yang makin meluas dan merebak menjadi hal yang penting sebagai fasilisator dalam kegiatan organisasi atau perusahaan. Ketika teknologi berkembang, maka setiap perusahaan dan organisasi akan menanamkan sebuah sistem audit yang berkembang dan baru dalam format komputer. Bahkan dalam pengelolaan data informasi dan pengetahuan, ada auditing juga. Mengapa audit dari informasi dan pengetahuan diperlukan? Karena jika tidak ada audit maka ada kemungkinan besar ada sebuah kesalahan dalam pemrosesan mengenai data informasi dan pengetahuan baik sengaja ataupun tidak. Pengelolaan data dari informasi dan pengetahuan baik berupa arsip yang dilakukan secara tradisional kini bisa dimasukkan dalam sistem komputer. Hal ini merupakan pendekatan auditing komputerisasi.

Pendekatan auditing komputerisasi, disini berfungsi untuk membantu kelancaran proses yang menyeluruh ke dalam pengauditan di sistem mikro yang ada di dalam komputer. Mengapa adanya pendekatan auditing kompuerisasi? Karena dengan adanya hal ini memudahkan untuk mengotomisasi proses pengauditan dalam audit informasi dan pengetahuan. Auditing komputerisasi ini menggunakan sebuah aplikasi dalam pengujian dan pengendalian untuk hal intern organisasi. Auditing komputerisasi ini menerapkan program terhadap komputer yang memiliki ciri intens dan pengetahuan yang lebih dalam penangkapan keahlian dari manusia yang kemampuannya terbatas dari sistem komputer yang kerjanya menyeluruh.

Begitulah mengenai sedikit gambaran akan adanya pengembangan teknologi yang makin meluas di eksplorasi secara besar-besaran dan juga membawa efek samping ke dalam proses auditing informasi dan pengetahuan. Dan, berimbas kepada seluruh aspek audit dimana harus mengatur ulang sistem yang ada agar lebih berkembang lagi dalam pengauditan informasi dan pengetahuan. Untuk melakukan pengembangan terhadap proses auditing di dalam perusahaan judi bola perlu adanya pendekatan auditing komputerisasi yang harus diterapkan. Agar, keseluruhan proses dan kegiatan dalam hal auditing baik audit informasi ataupun audit data member dapat berlangsung dengan lancar dalam perusahaan milik anda. Semoga, informasi di atas dapat diterapkan dengan baik.

Fase-Fase Kegiatan Auditoring
Artikel Audit Blog Informasi

Fase-Fase Kegiatan Auditoring

Fase-Fase Kegiatan Auditoring – Pengonsepan serta prinsip dari sistem audit baik secara manual ataupun menggunakan sistem informasi yang basisnya komputerisasi sebenarnya tidak ada perubahan. Tetapi, metode dan teknik yang digunakan dalam auditingnya berbeda. Karena sistem dari penggunaan secara komputerisasi ini mengalami penyederhanaan yang membuat segala pekerjaan dilakukan secara otomatis. Pemrosesan input data yang melalui komputerisasi, output data yang otomatis, pencarian data, ada di dalam kegiatan audit komputerisasi ataupun manual. Untuk melakukan kegiatan auditing terdapat prosedur-prosedur yaitu adanya kegiatan inspeksi, observasi data-data yang digunakan dalam prosedur, mengonfirmasi bukti, membandingkan data manual dengan data komputer.

Kegiatan audit ini dari beberapa fase untuk fase awal adalah tahap perencanaan audit yaitu dengan melakukan penetapan pada ruang lingkup kerja yang akan di audit dan sasaran tujuan audit, selanjutnya melakukan pengorganisasian terhadap tim-tim yang melakukan audit, memahami sistem operasi auditing yang akan digunakan, mengaji ulang hasil keseluruhan dari audit, dan melakukan persiapan terhadap program audit. Selanjutnya fase untuk memegang kendali program auditing dan mengindentifikasi masalah yang akan dihadapi. Untuk fase ini auditor harus bisa mengetahui networks jaringan untuk melakukan program auditing, harus bisa mengetahui jenis-jenis resiko baik resiko bawaan seperti penyalahgunaan di suatu kegiatan auditing dan bisa mengatasi masalah dari resiko bawaan. Fase selanjutnya yaitu mengevaluasi kendali dan mengumpulkan segala bukti baik bukti yang manual atau di dalam data komputer, dengan mengindentifikasi prosedur yang digunakan dalam auditing. Fase berikutnya adalah mendokumentasikan temuan bukti atau data dan mendiskusikan data yang dibutuhkan beberapa bagian. Untuk tahapan fase ini auditor mengumpulkan segala jenis data yang dibutuhkan dan memberitahukan kepada pihak yang membutuhkan data.

Begitulah informasi mengenai fase-fase yang ada di dalam kegiatan auditoring dalam melakukan proses audit informasi dan pengetahuan dari data member judi online yang ada di dalam perusahaan. Semoga hal yang dijelaskan di atas dapat membantu kamu yang baru saja menjadi salah satu bagian dari auditor baik di perusahaan ataupun dalam organisasi.

Standart Auditor dalam Mengelola Audit Informasi Pengetahuan
Artikel Audit Blog Informasi

Standart Auditor dalam Mengelola Audit Informasi Pengetahuan

Standart Auditor dalam Mengelola Audit Informasi Pengetahuan – Adanya perkembangan dari teknologi informasi memiliki peran penting terhadap manusia. Bukan hanya manusia individu yang membutuhkan teknologi informasi, tetapi organisasi ataupun perusahaan perlu diberikan dukungan dari teknologi informasi untuk memberikan akses terhadap organisai atau perusahaan pengoperasian segala informasi, pengetahuan, dan data secara efektif, efisien dalam melakukan segala pekerjaan yang ada. Dalam adanya penggunaan teknologi informasi di kegiatan organisai ataupun perusahaan ini untuk dapat mempermudah dalam komunikasi, mengelola data informasi, dan bahkan dengan adanya penggunaan teknologi informasi ini bisa mempermudah organisasi ataupun perusahaan untuk mengambil sebuah keputusan yang tepat dan benar. Tujuan penggunaan teknologi informasi dari organisasi ataupun perusahaan adalah untuk mencapai seluruh tujuan dan sasaran target organisasi ataupun perusahaan.

Dari adanya yang siginifikan dengan teknologi dan program kerja yang ada di dalam organisasi ataupun perusahaan, untuk dapat mencapai tujuan dan target dari organisasi ataupun perusahaan harus dibarengi dengan penggunaan teknologi yang seimbang. Sistem informasi dari perusahaan atau organisasi sendiri merupakan hal yang patut diwaspadai karena bisa menjadi masalah dalam menggapai sasaran target perusahaan dan organisasi. Karena, bisa mengancam juga kehilangan data informasi dari perusahaan ataupun organisasi dan kebocoran informasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Maka dari itu dalam mengelola data informasi yang menggunakan sistem pengendalian dari komputer atau teknologi ini harus ada auditor teknologi yang sesuai standar, agar tidak ada kejadian yang merugikan organisasi atau perusahaan.

Auditor internal harus mampu mengelola data yang disimpan melalui komputer dengan baik, dan harus berjalan sesuai prosedur yang efeketif. Auditor ini harus bisa menyimpan data-data penting secara privat agar tidak disalah gunakan oleh orang-orang diluar sana yang tidak bertanggung jawab. Pemilihan auditor ini harus dilakukan secara tepat bagi perusahaan atau organisasi. Cara pemilihan dari auditor sistem teknologi untuk mengaudit data informasi ataupun pengetahuan haruslah benar-benar berkompeten dan ahli dalam bidang yang akan ia emban di perusahaan atau organisasi. Seleksi dalam memilih orang untuk mengemban jabatan sebagai auditor agar tidak menjadikan malapetaka bagi perusahaan atau organisasi.